KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Pemuda Tani Indonesia (DPD PTI) Provinsi NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang, pada Kamis (27/11/2025) malam.
Turut hadir, Ketua Umum DPP PTI, Budisatrio Djiwandono, Anggota DPR RI, Usman Husen dan Gavriel Novanto, Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni, Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, Bupati Kupang, Yosef Lede, Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares, serta Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa kehadiran Pemuda Tani Indonesia menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi sektor pertanian, terutama melalui keterlibatan anak-anak muda. Gubernur berharap PTI menjadi simbol gerakan pertanian masa depan di Provinsi NTT.
“Kalau mau bicara pertanian NTT yang terkonsolidasi, PTI harus menjadi wajahnya. Kita sangat bersyukur punya wadah yang kuat seperti ini,” katanya.
Ia menilai PTI sebagai wadah strategis untuk mengonsolidasikan kekuatan muda dalam memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi desa. Pada kesempatan itu, Gubernur juga mendorong kolaborasi antar sektor, antara lain dengan petani muda, pengusaha, perguruan tinggi dan dengan kelompok-kelompok kepemudaan seperti Cipayung dan organisasi lain yang hadir. Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan dunia pendidikan, terutama kampus-kampus pertanian berbasis praktik seperti Politeknik Pertanian Negeri Kupang.
“Ini waktunya kita bekerja untuk rakyat, khususnya pertanian. Selama ini anak muda terlalu banyak bermain di politik. Kini saatnya turun ke sektor yang menyentuh hajat hidup masyarakat,” tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan keprihatinannya atas semakin sedikitnya anak muda yang memilih terjun ke sektor pertanian.
“Sekarang ini cari anak muda yang ada di sawah atau ladang itu susah. Bahkan yang panjat kelapa saja rata-rata usia 50–60 tahun. Karena itu, hadirnya Pemuda Tani Indonesia sangat penting untuk menggerakkan generasi muda agar lebih serius di pertanian,” ujarnya.
Gubernur memaparkan bahwa data BPS menunjukkan sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi NTT. Menurutnya, data tersebut menjadi bukti bahwa pertanian merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang harus diperkuat, terutama dengan masuknya tenaga muda yang inovatif.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Umum PTI yang menurutnya memiliki rekam jejak profesional dan jaringan kuat.
“Saya kenal baik Pak Ketum. Kalau beliau sudah bicara, pasti akan berbuat lebih dari apa yang dijanjikan. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan dukungannya terhadap upaya PTI mengembangkan komoditas unggulan NTT, termasuk padi, kakao, dan tebu.
Gubernur menutup sambutannya dengan ajakan agar semakin banyak anak muda NTT menekuni sektor pertanian.
“Semakin banyak anak muda NTT terjun ke pertanian, itulah mimpi kita bersama. Semoga PTI menjadi motor penggerak utama di setiap segmen pertanian di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PTI NTT, Bobby Lianto, dalam sambutannya menguraikan berbagai langkah konkret yang telah dilakukan sebelum dan sesudah proses pelantikan. Sebelum acara, PTI NTT telah melakukan penanaman jagung di kawasan Lanud El Tari seluas 150 hektare, yang menurut Bobby merupakan simbol kebangkitan baru pertanian NTT.
“Ini tempat pertama yang menjadi tanda kebangkitan tani NTT,” ungkapnya.
Bobby juga menjelaskan bahwa PTI NTT bersama Kadin telah menandatangani MoU untuk membuka 1.000 hektare lahan pertanian baru di Pulau Timor. Selain itu, pihaknya sedang mempersiapkan Sekolah Tani, yang akan menjadi ruang belajar bagi anak-anak muda melalui bimbingan para tokoh pertanian terbaik NTT.
Sebagai bentuk inovasi, PTI NTT juga memperkenalkan Aplikasi Komuni, yakni platform digital yang memfasilitasi petani dalam membeli dan menjual hasil kebun secara langsung. Tak hanya itu, Bobby memperkenalkan inovasi Betaprint, teknologi pencetakan kemasan sachet kopi untuk membantu UMKM menaikkan kualitas dan nilai jual produk mereka.
