Search Suggest

Musda XI Golkar NTT, Melki Laka Lena: Seluruh Pimpinan Bersepakat Dorong Alain Niti Susanto jadi Ketua DPD I Golkar


KUPANG - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan seluruh pimpinan DPD II dan Fraksi Golkar bersepakat mendorong Alain Niti Susanto menjadi Ketua DPD I Partai Golkar NTT. 

Ketua Kosgoro Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tidak memiliki pesaing untuk memimpin Golkar NTT periode 2025-2030 itu berlangsung di Hotel Harper Kupang pada Minggu (7/12/2025).

Musda XI Partai Golkar NTT berlangsung di Hotel Harper Kupang pada Minggu (7/12/2025), dibuka oleh Ketua DPD I Golkar NTT periode 2020-2025 yang juga Gubernur NTT Melkiades Laka Lena. 

"Semalam kami bermusyawarah dan sudah disepakati untuk mendorong Pak Alain Niti Susanto, untuk melanjutkan pimpin Golkar NTT," ujar Wakil Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia Timur

Di ketahui Melki Laka Lena memegang dua jabatan di partai Golkar, Wakil Ketua umum DPP partai Golkar dan Ketua DPD I Golkar NTT. Hal tersebut dikatakannya bertentangan dengan AD/ART partai Golkar memegang dua jabatan sekaligus.

"Saya berterima kasih kepada semua pengurus DPD II, Fraksi Golkar sudah mendorong saya tetap menjadi ketua Golkar NTT. Bersurat hingga bertemu langsung Ketum dan Sekjen di DPP partai Golkar," ucap Melki.

Dengan demikian, Alain akan menggantikan Melki untuk memimpin Golkar NTT hingga lima tahun ke depan. Sementara Melki akan fokus ke jabatan Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Kepemimpinan Alain akan disahkan dalam Musda XI DPD Partai Golkar NTT ini.

Di hadapan peserta Musda, Melki berharap Alain dapat membawa kemajuan yang berarti bagi Partai Golkar di NTT, dan juga kemajuan daerah NTT.

"Pak Alain berasal dari kalangan pengusaha, tentu akan bisa memajukan NTT bukan hanya dari aspek politik, tapi juga ekonomi dan lainnya," papar Melki.

Gubernur Melki berharap NTT harus  bisa bertransformasi dan mandiri dalam Ekonomi tidak tergantung pada daerah lain

Ia membeberkan data bahwa pada 2024, NTT mencatat defisit perdagangan sebesar Rp 51 triliun, merupakan angka yang jauh lebih besar daripada total APBD yang hanya sekitar Rp 33 triliun.

"Kita lepas barang keluar sekitar Rp 8 triliun, tapi beli dari luar mencapai Rp 59 triliun. Pinang saja, kita impor sampai Rp 1 triliun. Ini menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi harus segera kita bangun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Melki menyebutkan total APBD seluruh daerah yakni provinsi dan 22 kabupaten/kota di NTT mencapai Rp33 hingga Rp55 triliun.

"Mudah-mudahan Pak Alain bisa bersama partai lain agar bersama-sama membangun NTT. Ada pesan Presiden mulai gunakan produk dalam negeri," tambah Melki.

Penghujung, mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus DPD I partai Golkar selama ini bekerja bersama selama 7,5 tahun.