LEMBATA - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lembata menjalin kerja sama dengan Bank NTT Cabang Lewoleba untuk memperkuat akses pembiayaan bagi peternak ayam lokal.
Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi peternak sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan teknis yang berlangsung awal Januari 2025 dan dipimpin langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P.
Pertemuan ini juga dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Lembata Yohanes Berchamans Daniel Dai, S.IP., Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba Egberth E.D. Balukh, serta para peternak ayam, pengepul, pemilik SPBG, dan penyuluh peternakan.
Asisten III Setda Lembata menjelaskan, pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan teknis pembiayaan bagi 10 peternak ayam sebagai tahap awal pelaksanaan kesepakatan yang telah dirumuskan pada Desember 2024. Tahap ini bertujuan memastikan kesiapan peternak dalam mengakses fasilitas kredit dari Bank NTT.
Bank NTT menyatakan kesiapan mendukung penuh program prioritas Pemerintah Kabupaten Lembata, khususnya pengembangan usaha ayam pedaging. Dukungan tersebut diberikan melalui skema pembiayaan dua periode yang disertai pendampingan, agar peternak mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan mandiri.
“Kami melihat peran pemerintah sebagai fasilitator pembuka akses, sementara Bank NTT hadir untuk menyediakan pembiayaan yang cepat dan aman. Kami siap mendukung peternak maupun pengepul ayam di Lembata,” kata Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, Egberth E.D. Balukh.
Dalam skema yang ditawarkan, Bank NTT menyalurkan Kredit Mikro PoPeLa bagi peternak dengan plafon hingga Rp10 juta per orang. Sementara bagi pengepul atau off-taker, disiapkan pembiayaan dengan plafon antara Rp50 juta hingga Rp100 juta. Bank NTT juga mendorong penyusunan rencana kerja dan jadwal pelaksanaan yang jelas agar proses pencairan dapat berlangsung lebih cepat.
Bupati Lembata menegaskan, keberhasilan program ini bergantung pada sinergi empat unsur utama, yakni pemerintah daerah sebagai fasilitator dan pendamping teknis, Bank NTT sebagai penyedia modal, peternak sebagai pelaku produksi, serta SPBG dan pengepul sebagai penjamin pasar. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan daging ayam di Kota Lewoleba serta meningkatkan kemandirian peternak.
Langkah Bupati Lembata ini mendapat apresiasi dari Direksi Bank NTT di Kupang. Lembata dinilai menjadi contoh daerah yang proaktif membangun kemitraan dengan perbankan, termasuk karena Bupati Lembata secara langsung memaparkan program prioritas pembangunan daerah di Kantor Pusat Bank NTT.
Program pembiayaan peternak ayam ini ditargetkan mulai berjalan pada awal 2025 dan diharapkan menjadi model percontohan pengembangan usaha ayam pedaging, baik di Kabupaten Lembata maupun di wilayah lain di Nusa Tenggara Timur. (*)
