LABUAN BAJO – Nusa Tenggara Timur (NTT)Pemprov Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan resmi menjalin kerja sama regional lintas sektor disebut KR-BNN, yang kini memasuki tahap penguatan implementasi.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Ketiga KR BNN yang digelar di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1).
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal para gubernur yang dicapai di Bali pada 3 November 2025 lalu, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Mandalika, Lombok, NTB, pada 25 November 2025.
Memasuki pertemuan ketiga, KR BNN telah berada pada tahap konsolidasi dan penguatan implementasi lintas sektor yang lebih konkret.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, kerja sama regional KR-BNN merupakan bentuk nyata komitmen politik, ekonomi, dan kebudayaan ketiga provinsi dalam memperkuat persaudaraan kawasan Sunda Kecil.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, kerja sama regional KR-BNN merupakan bentuk nyata komitmen politik, ekonomi, dan kebudayaan ketiga provinsi dalam memperkuat persaudaraan kawasan Sunda Kecil.
“Hari ini kita menorehkan babak baru pembangunan Indonesia Timur. Kerja sama ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan manifestasi tekad kolektif untuk meruntuhkan sekat isolasi dan membangun jembatan kolaborasi antarwilayah,” ujar Melki.
Pada sektor konektivitas transportasi, kerja sama diarahkan untuk mengintegrasikan transportasi laut, penyeberangan, dan udara secara lebih efektif dan efisien, termasuk penjajakan rute baru seperti seaplane guna membuka keterisolasian wilayah.
Di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, ketiga provinsi sepakat membangun ekosistem pariwisata terpadu. Wisatawan tidak hanya terpusat di Bali, tetapi diarahkan menjelajah NTB dan NTT melalui penguatan branding bersama, peningkatan kompetensi SDM, serta standarisasi layanan pariwisata bertaraf internasional.
Sementara itu, pada sektor energi terbarukan, kerja sama ini menjadi langkah awal menuju ketahanan energi kawasan melalui penyusunan studi kelayakan dan peta jalan pemanfaatan potensi surya, angin, dan air secara berkelanjutan.
Untuk perdagangan dan ekspor, Bali disepakati sebagai hub ekspor regional. Produk unggulan NTB dan NTT, seperti hasil pertanian, peternakan, dan kerajinan, akan diperkuat akses pasarnya melalui jalur distribusi antarpulau dan promosi kolaboratif.
Dalam integrasi perencanaan pembangunan, ketiga provinsi akan memperkuat sinergi antar Bappeda agar kebijakan pembangunan tidak berjalan parsial, melainkan terorkestrasi dalam satu irama pembangunan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah legacy. Kita bergerak melampaui ego sektoral dan ego teritorial. Ini adalah pintu pembuka kerja sama yang lebih luas, termasuk layanan kesehatan, transformasi digital, pendidikan tinggi, mitigasi bencana, dan keamanan laut,” tegas Melki.
Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Bali, NTB, dan NTT menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama teknis sebagai turunan dari MoU.
Kesepakatan ini mencakup lima bidang strategis, yakni optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif terintegrasi, pengembangan super grid energi terbarukan kawasan, penguatan perdagangan dan ekspor antarprovinsi.
Berikutnya, kerja sama di pengembangan sistem transportasi serta konektivitas laut, penyeberangan, dan udara, serta integrasi perencanaan pembangunan regional.
Sementara, Gubernur Iqbal menegaskan kesiapan NTB untuk mengambil peran strategis dalam kerja sama tersebut, termasuk memimpin studi kelayakan pengembangan super grid energi terbarukan kawasan Bali–NTB–NTT.
"Potensi energi surya, angin, air, dan panas bumi di kawasan ini dinilai sangat besar untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih," jelasnya
Selain itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa Pulau Dewata, sebagai daerah yang lebih maju di sektor pariwisata dan jasa, siap berperan sebagai hub pariwisata dan ekspor regional.
Menurutnya, Bali, NTB, dan NTT tidak boleh berkembang secara parsial, melainkan harus dibangun sebagai satu kesatuan kawasan ekonomi dan pariwisata yang saling melengkapi.
Selain penandatanganan perjanjian kerja sama teknis, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan surat pernyataan kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 oleh Gubernur NTB dan Gubernur Bali.
Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama untuk menyelenggarakan PON yang efisien, kolaboratif, dan berbasis kerja sama regional.
Pertemuan ini turut dihadiri para pejabat perangkat daerah dari ketiga provinsi, para bupati dan wali kota, serta Ketua dan Pimpinan DPRD masing-masing provinsi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menandai dukungan politik dan kelembagaan secara penuh terhadap keberlanjutan KR BNN.
Melalui fokus pada lima bidang strategis ini, Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT diarahkan menjadi model kolaborasi antarprovinsi yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Kawasan Bali–Nusra diproyeksikan sebagai poros baru pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur berbasis integrasi sektor, energi bersih, dan konektivitas regional.
