Search Suggest

Gubernur NTT Apresiasi Kristiani Marsela Lagus Bekerja sambil Kuliah,"Dia Wanita Hebat"


KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi tinggi dan dukungan terhadap Kristiani Marsela Lagus yang bekerja sambil kuliah.

Apresiasi ini didasarkan pada komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM NTT, kemandirian ekonomi, dan semangat pantang menyerah. 

Pujian tersebut disampaikan lewat pesan Whatsap pada Sabtu 21 April 2026 terhadap Kristina yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggarai Langke Rembong Tadong, salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gubernur Melki menyatakan kekagumannya terhadap seorang wanita pekerja keras di dapur MBG.

"Saya apresiasi terhadap Kristina yang bekerja di dapur MBG sambil Kuliah. Dia wanita Hebat," ujar Gubernur. 

Situasi sulit bukanlah tanda untuk berhenti, melainkan ujian untuk membentuk mental petarung. Bagi Kristina, semangat pantang menyerah adalah kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian hidup.

"Kristina merupakan cerminan inspirasi bagi kaum muda untuk hadapi situasi sulit yang dialaminya  tambah Melki.

Menurutnya, Jika tidak bisa terbang, larilah; jika tidak bisa berlari, berjalanlah; jika tidak bisa berjalan, merangkak lah. Yang penting terus bergerak maju.

Di balik seragam dapurnya, ia adalah seorang mahasiswi berusia 20 tahun yang berjuang membiayai kuliahnya sendiri.

Dalam keluarganya, Kristiani merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Ibunya meninggal pada 2020, saat pandemi Covid-19 dilanda dunia.  Ayahnya, seorang pensiunan ASN, menjadi satu-satunya sandaran keluarga.

Sejak 1 Mei 2025, ia resmi diterima sebagai tenaga pengolahan di SPPG Tadong Langke Rembong. Program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo itu membuka jalan baginya bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk tetap mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng. 

Ia memilih divisi pengolahan, dengan jam kerja tengah malam hingga pagi hari karena jadwal kuliahnya dimulai sore hari. 

"Saya merasa sangat beruntung. Hasil kerja di sini bisa bantu ekonomi keluarga dan biaya kuliah sendiri. Saya bangga kerja di sini sistemnya baik, melatih disiplin, dan saya nyaman," pungkas Kristina.