Search Suggest

KONI NTT Start Persiapan PON 2028


KUPANG - Ketua Umum Komite Olah-raga Nasional Indonesia (KONI) NTT sekaligus Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena melaksanakan rapat persiapan menyambut PON XXII Tahun 2028 di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Selasa (10/2/2026) siang.

Langkah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di NTT - NTB tersebut. Diantaranya dengan melakukan pemetaan kepada para atlet serta vanue dari berbagai cabang olahraga (Cabor) di NTT.

Hal tersebut menjadi bagian persiapan terukur pada PON 2028. Gubernur juga menekankan dari sisi sarana dan prasarana baik itu milik Pemda, Swasta dan Kampus di NTT yang akan di pertandingan seluruh cabang olahraga.

Lebih lanjut, Ketum KONI NTT telah menetapkan target peringkat. “Kita pastikan target 10 besar PON XXII/2028 NTT-NTB dengan cara terhormat,” jelasnya. 

"Kita ingin NTT tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga sukses prestasi," tambahnya.

Selain terkait kesiapan penyelenggara infrastruktur, Melki juga menyampaikan kesiapan para atlet di setiap cabang olahraga meraih medali emas.

Dengan demikian, KONI NTT mendorong setiap cabang olahraga menggelar even di tingkat provinsi minimal setahun sekali. Pada Cabor berprestasi NTT ikut ambil bagian dalam Turnamen Nasional sebagai ajang uji kemampuan atlet menjelang PON 2028.

Pada multievent olahraga nasional terakhir, NTT menempati peringkat ke-14 PON Bela Diri I/2025 Kudus (2 Emas, 4 Perak, 9 Perunggu) dan peringkat Ke-19 PON XXI/2024 Aceh-Sumut (7 Emas, 13 Perak, 16 Perunggu). 

Sebelumnya, NTT peringkat ke-19 PON XX/2021 Papua (5 Emas, 10 Perak, 9 Perunggu), peringkat ke-18 PON XIX/2016 Jawa Barat (7 Emas, 7 Perak, 9 Perunggu) dan peringkat Ke-23 PON XVIII/2012 Riau (3 Emas, 9 Perak, 5 Perunggu).

Menurutnya, sementara NTT peroleh 37 medali emas pada PON XXII Tahun 2028. Melki tekankan perlu kesiapan yang serius , terencana dan berkelanjutan.

“Khusus cabang olahraga yang memiliki potensi medali emas, perlu mendapat perhatian khusus dengan menyiapkan pra-event sebagai ajang pemanasan dan peningkatan performa atlet. Namun cabang olahraga lain yang dinilai tidak berpotensi emas tetap harus dipersiapkan melalui pra-event yang terencana,” pungkasnya.