Search Suggest

Membangun Generasi Melek Finansial Sejak Dini, KSPM STIM Kupang Hadir di SMA Negeri 1 Amabi Oefeto Timur


KUPANG — Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Kampus STIM Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui kegiatan edukasi perencanaan keuangan dan investasi bagi siswa kelas XII SMA Negeri 1 Amabi Oefeto Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, dan diikuti secara antusias oleh 82 siswa serta 15 guru.

Kegiatan berbentuk sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja sama antara Kampus STIM Kupang dan Kantor IDX Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pasar modal, perencanaan keuangan pribadi, serta praktik investasi yang baik dan benar agar terhindar dari investasi bodong.

Materi disampaikan langsung oleh Aldrin Alexander, SE, MM, selaku Pembina KSPM sekaligus Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Kampus STIM Kupang. Dalam pemaparannya, Aldrin menekankan pentingnya membangun kebiasaan (habit) pengelolaan keuangan sejak dini, terutama bagi siswa yang akan segera memasuki dunia perguruan tinggi maupun dunia kerja.

“Perencanaan keuangan bukan soal besar kecilnya penghasilan, tetapi soal bagaimana seseorang mampu mengelola uang secara bijak dan bertanggung jawab. Jika kebiasaan ini dibangun sejak bangku sekolah, maka di masa depan mereka akan lebih siap secara finansial dan mental,” jelas Aldrin di hadapan para peserta.

Selain membahas konsep dasar perencanaan keuangan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman awal mengenai dunia investasi, khususnya pasar modal, serta ciri-ciri investasi yang legal dan aman. Hal ini dinilai penting mengingat masih maraknya kasus investasi bodong yang menyasar masyarakat, termasuk generasi muda.

Para siswa terlihat aktif mengikuti jalannya sosialisasi dan terlibat dalam sesi diskusi. Salah satu siswa kelas XII menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka wawasannya tentang pentingnya mengatur keuangan sejak sekarang. “Selama ini kami jarang berpikir soal perencanaan keuangan. Dari kegiatan ini kami jadi tahu bahwa mengelola uang itu penting dan investasi tidak bisa dilakukan sembarangan,” ungkapnya.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini dan berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurut guru pendamping, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa yang akan segera menghadapi fase kehidupan baru setelah lulus dari SMA.

Melalui kegiatan ini, KSPM STIM Kupang berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi keuangan dan investasi di NTT, sekaligus menanamkan kesadaran sejak dini agar generasi muda mampu mengambil keputusan keuangan yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab. (Axel)