KUPANG - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang akrab disapa Melki menegaskan arah pembangunan ekonomi daerah difokuskan pada penguatan fondasi yang jelas, terukur, dan berbasis pasar dalam satu tahun pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Jhoni Asadoma.
Penegasan itu disampaikan dalam sidang paripurna DPRD NTT saat menyampaikan pidato satu tahun kepemimpinan di Gedung DPRD NTT, Jumat (20/2). Menurutnya, strategi ekonomi yang dibangun bertumpu pada tiga prinsip utama: produksi harus sesuai kebutuhan pasar, pengolahan dilakukan di dalam daerah, dan pemasaran harus memiliki kepastian.
"Produksi tidak boleh lagi berjalan tanpa arah pasar. Kita ingin hasil petani, nelayan, dan pelaku UMKM diolah di NTT dan dipasarkan dengan sistem yang terjamin,” tegasnya.
Salah satu instrumen utama yang dijalankan adalah program One Village One Product (OVOP). Hingga tahun pertama pemerintahan, tercatat 44 produk unggulan telah dikembangkan dengan pembinaan terhadap 190 UMKM di berbagai kabupaten/kota.
Melki menjelaskan, OVOP bukan sekadar penetapan produk khas desa, tetapi strategi membangun identitas ekonomi berbasis potensi lokal. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan, penguatan manajemen usaha, fasilitasi pembiayaan, hingga perluasan akses pasar.
Implementasi program tersebut salah satunya terlihat di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Pada 2025, dukungan OVOP mendorong peningkatan produksi minyak kayu putih, bandeng asap, dan gula lempeng. Produk-produk tersebut kini memiliki nilai tambah melalui perbaikan sarana produksi, peningkatan kualitas dan kemasan yang lebih higienis, serta dukungan perizinan seperti BPOM, sertifikasi halal, dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual
Untuk memperkuat rantai distribusi, Pemerintah Provinsi NTT membentuk NTT Mart di 22 kabupaten/kota sebagai simpul pemasaran produk lokal. Skema ini dirancang untuk menata rantai pasok, memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha, serta menyediakan ruang promosi yang lebih representatif bagi produk daerah.
Selain itu, melalui Gerakan Beli NTT, pemerintah mendorong ASN dan masyarakat memprioritaskan pembelian produk lokal. Kebijakan ini diarahkan agar perputaran uang tetap berada di dalam daerah sehingga memperkuat sirkulasi ekonomi NTT.
Dalam mendukung hilirisasi pangan dan ekonomi kreatif, Pemprov NTT juga menghadirkan Dapur Flobamorata yang diresmikan pada 20 Agustus 2025 di Gedung Dekranasda. Fasilitas ini difungsikan sebagai pusat inovasi pengolahan pangan lokal, mulai dari produksi, pengemasan, standarisasi mutu, hingga peningkatan nilai tambah produk.
Ke depan, Dapur Flobamorata ditargetkan menjadi model inkubasi produk lokal yang dapat direplikasi di berbagai wilayah. Pemerintah berharap setiap komoditas unggulan NTT dapat berkembang dari sekadar bahan mentah menjadi produk bernilai tambah, bermerek, dan memiliki akses pasar yang luas.
Melki menegaskan, pembangunan ekonomi berkelanjutan bukan semata mengejar angka pertumbuhan, melainkan membangun kedaulatan ekonomi dan keberpihakan nyata kepada petani, nelayan, pelaku UMKM, serta generasi muda NTT.
"Kita memilih berdiri di sisi mereka,” ujarnya.
Disisi lain Program Perlindungan Pekerja Renta pada tahun 2025 sebanyak 100.000 pekerja sektor informal didaftarkan dalam skema jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Adapun sasaran program meliputi petani, nelayan, pengelola hutan, atlet berprestasi, serta kelompok rentan seperti janda, lansia produktif, dan penyandang disabilitas yang masih aktif bekerja.
Program tersebut dialokasikan anggaran sebesar Rp10,08 miliar dan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni Juli dan Oktober 2025. Pelaksanaannya mencakup seluruh 22 kabupaten/kota di NTT, baik wilayah daratan maupun kepulauan.
Skema ini memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak sepenuhnya menanggung beban sendiri saat risiko terjadi.
“Perlindungan pekerja rentan bukan sekadar program administratif. Ini adalah wujud kehadiran negara dalam melindungi mereka yang bekerja keras di sektor informal agar risiko kerja tidak berubah menjadi kemiskinan baru bagi keluarga,” pungkasnya.
