Search Suggest

Setahun Kepemimpinan Melki Laka Lena : Anak Lapangan Menahkodai Bahari NTT


KUPANG - 20 Februari 2025 menjadi penanda sejarah, di hari itu Emanuel Melkiades Laka Lena atau Abang Melki begitu sapaan akrab kami, resmi dilantik sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur. Sebuah amanah besar dititipkan di pundaknya, sebuah harapan panjang digantungkan pada langkahnya.

Dan hari ini, setelah setahun kepemimpinan berjalan, kami berdiri dengan keyakinan yang sama : kami tidak pernah menyesal memilihmu abang.

NTT bukan Provinsi biasa, ia adalah gugusan pulau-pulau dengan tiga pulau besar, Timor, Flores dan Sumba serta pulau-pulau kecil yg terpisah lautan. Untuk menjangkau semuanya bukan sekadar soal jadwal kunjungan tetapi soal daya tahan fisik, mental dan komitmen. Ombak tinggi, cuaca tak menentu, akses transportasi terbatas, itulah realitas yang dihadapi setiap hari.

Banyak orang melihat permukaan, ada yang berkata kepemimpinan ini terlalu seremonial, namun mereka tak melihat apa yang terjadi di balik layar, rapat yang tak kenal waktu, perjalanan panjang menembus pulau-pulau yang terpisah, medan laut dan darat yg tak selalu ramah, serta keputusan-keputusan berat yang harus diambil demi menyelaraskan program daerah dengan kebijakan Nasional.

Namun bung tetap turun, tetap menyapa, tetap mendengar.

Saya tahu betul, Melki Laka Lena bukan pemimpin instan, Ia kader yang ditempa dari bawah, dari dinamika organisasi, dari medan politik yang keras, hingga dipercaya di panggung Nasional sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar, sebuah partai besar yg mempunyai catatan apik di negeri ini, seorang anak lapangan yang kini berdiri sebagai nakhoda bahtera besar bernama Nusa Tenggara Timur.

Dinamika NTT tidak ringan. Kemiskinan struktural, akses air bersih, ketimpangan pembangunan antarwilayah, harga komoditas yang fluktuatif, kebutuhan membuka lapangan kerja bagi generasi muda, hingga ekspektasi publik yang tinggi, semuanya menjadi ujian harian. Kritik datang, tuntutan menguat, harapan membumbung.

Namun bung, kamu tidak mundur.

Kami sadar, satu tahun bukan waktu yang cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang berlapis. Kami tidak menutup mata terhadap kekurangan, justru karena kami mencintai Daerah ini kami memilih untuk objektif. Ada fondasi yang sedang diperkuat, ada arah pembangunan yang sedang ditataa, ada langkah-langkah yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi terasa dampaknya perlahan.

Harapan kami tetap sama seperti saat hari pelantikan itu : seorang Melki Laka Lena pasti bisa,  jangan pernah padam semangatmu sebagai anak lapangan. Kami yg menaruh harapan pada kepemimpinanmu masih tetap percaya 💪

Bahtera besar bernama Nusa Tenggara Timur ini memang sedang berlayar di tengah gelombang. Tetapi kami percaya, dengan keteguhan hati dan kerja keras, kapal ini akan sampai pada dermaga kemajuan.

Di penghujung catatan ini, kami titipkan pula salam hormat kami untuk bung Johni Asadoma, putra Nusa Kenari, sosok yg senantiasa berjalan seiring, menopang kepemimpinan ini dgn ketenangan dan ketegasan.

Kalian bukan hanya memimpin, tetapi sedang menanam harapan. Perjalanan masih panjang dan semangat harus terus dinyalakan.

Kami bersama kalian

Ayo Bangun NTT.

Salam.

Mantan Bupati Timur Tengah Selatan (TTS) EPY TAHUN, ST., MM 

20/02/2026