KUPANG - Sebanyak 206 guru bakal akan dilantik sebagai kepala SMA, SMK dan SLB di berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ambrosius Kodo di ruang rapat dinas P dan K NTT, Selasa (17/3/2026).
“Setelah lebaran di bulan ini, kepala sekolah SMA, SMK dan SLB bakal dilantik,” ujarnya.
Menurut Ambrosius mengatakan Kepala Sekolah sejak bulan November hingga Desember ini telah memenuhi persyaratan serta tahapan pelatihan BCKS (Bakal Calon Kepala Sekolah) melalui proses tersebut mendapat persetujuan teknis dari BKN dan Kementerian Dikdasmen.
“Pelantikan nanti terdiri dari rotasi, mutasi, maupun pengangkatan kepala sekolah,” tambahnya.
Ia menjelaskan, penugasan guru sebagai kepala sekolah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.
Dalam aturan tersebut, masa jabatan kepala sekolah berlaku selama empat tahun untuk satu periode dan dapat diperpanjang hingga dua periode jika kinerjanya dinilai baik.
Hal demikian sejalan dengan komitmen pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Melki-johni sekaligus yang pertama pelantikan kepala sekolah pertama sejak tahun 2023 kemarin.
Ambros Kodo menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 296 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB di NTT. Lanjut dia, masih ada sejumlah sekolah yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) karena kekosongan jabatan serta beberapa kepala sekolah yang akan memasuki masa pensiun, termasuk SLB berlokasi di wilayah terpencil.
“Untuk yang kosong masih ada sekitar 144 sekolah yang sementara dipimpin Plt. Mudah-mudahan bulan April jadi prioritas semuanya," ucapnya.
Selain itu, dia menambahkan, kebijakan rotasi kepala sekolah dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi serta pertimbangan masa kerja dan masa pensiun. Beberapa kepala sekolah yang masih memiliki masa kerja cukup panjang berpotensi dipindahkan ke sekolah lain.
Selain itu, rotasi juga mempertimbangkan kondisi keluarga maupun kebutuhan pemerataan tenaga kepemimpinan di sekolah. Karena itu, ada kepala sekolah yang dipindahkan ke luar kabupaten maupun yang ditempatkan di Kota Kupang.
“Ada yang kita rolling keluar kabupaten karena mungkin keluarganya di sana, dan ada juga yang kita rolling masuk ke Kota,” terangnya.
Ia berharap kepala sekolah yang akan dilantik dapat meningkatkan disiplin kerja serta mutu pendidikan di sekolah masing-masing.
