Search Suggest

RUPS Jamkrida NTT, Gubernur NTT Berencana Perluas Bisnis ke Indonesia Timur


KUPANG - PT. Penjaminan Kredit Daerah Nusa Tenggara Timur (Jamkrida NTT) menggelar Rapat Tahun Buku 2025 di kantor Jamkrida NTT, Rabu (11-03-2026) malam.

RUPS ini dihadiri oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, selaku Pemegang Saham Pengendali, Komisaris Utama dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Frits Oscar Fanggidae, Plh Sekda Rita Wuisan dan Kepala Biro Perekonomian Selfi H. Nange, Kepala Biro Hukum Setda NTT Oder Maks Sombu. 

Gubernur NTT pada kesempatan tersebut, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan. Sehingga, PT. Jamkrida NTT dapat terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"RUPS  hari ini membahas kinerja perusahaan, penghapusan aset tetap dan strategi kedepan," ujar Gubernur NTT.

Dalam acara RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 dan RUPS Luar Biasa 2025 PT. Jamkrida NTT, Gubernur NTT, memberikan apresiasi kepada BUMD tersebut atas pencapaian kinerja keuangan yang sehat.

"Jamkrida ini keuntungannya bagus juga... menurut saya ini salah satu BUMD yang bagus, sehat, dan berhasil di NTT." Kata Melki.

Dia juga menekankan agar persoalan masa lalu segera di bereskan terkait beberapa direksi tersandung masalah hukum.

"Soal-soal masa lalu segera di bereskan," tandasnya.

Ia  juga berharap perusahaan dapat terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Lebih lanjut kata Melki, berencana memperluas bisnis Jamkrida NTT di daerah Indonesia Timur yang belum memiliki PT Jamkrida.

"Kita akan merambah bisnis  Jamkrida NTT ini di luar NTT dan nanti kami akan membangun komunikasi dengan kepala daerah disana untuk rencana bisnis ini," tambahnya.

Pada tahap ini, mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini mengatakan tujuh orang calon Direksi Jamkrida ini sedang berproses di OJK dengan tahapan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) serta evaluasi kompetensi secara menyeluruh.

Plt Direktur PT Jamkrida NTT Dr. Fritz Fanggidae mengatakan, tahun 2026 pihaknya ditargetkan untuk memberikan deviden sebesar Rp 15 miliar. 

Sebelumnya, Tahun 2025, deviden yang diberikan Rp 7,5 miliar lebih. 

"Tahun 2026 ada peningkatan deviden sebesar 100 persen," terang Frits.

Ia menekankan pihaknya berencana tahun 2026 ada peningkatan laba bersih hingga Rp 25 miliar

Menambahkan, rencana bisnis tahun 2026 diproyeksikan peningkatan laba bersih sebesar Rp 25 miliar. Sehingga porsi deviden yang di serahkan untuk Pemerintah Provinsi NTT mencapai 15 Miliar. 

"Kita optimis karena tahun ini ada penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi sebesar Rp 21 Miliar. Inspektorat sudah audit kita secara tuntas, semua sudah clear. Jamkrida memenuhi syarat menerima tambahan modal," lanjut Frits. 

Dengan demikian, Frits berharap, kapasitas penjamin bisa terus meningkat Rp 400-500 miliar. Secara keseluruhan kapasitas penjamin bisa mencapai Rp 5 triliun. Tahun 2025, kata dia, realisasi penjaminan telah menyentuh angka Rp 3,7 triliun. 

"Tahun 2026 target bisnis kita tercapai dengan baik. Dengan tambahan penyertaan modal ini, Kita sudah bisa melakukan perluasan wilayah pelayanan bisnis kita di dua provinsi itu," jelasnya.

Dua daerah itu, Maluku dengan Maluku Utara, menurut Fritz, sejauh ini belum ada Jamkrida. PT Jamkrida NTT bisa mengisi peluang ini sebagai penjaminan proyek APBD. 

Selain itu, PT Jamkrida akan berkerja sama dengan Gapensi atau Asosiasi Jasa Konstruksi Nasional di Provinsi Maluku. Gapensi akan diberi ruang untuk memegang admin yang bisa membantu proses penjaminan. 

Proses penjaminan dilakukan secara online. Sehingga, dua Provinsi itu tidak perlu datang ke NTT untuk mengurus sertifikat penjaminan. Semua itu bisa diperoleh secara layanan online yang telah disiapkan.