KUPANG - Tekad dan semangat mengembangkan olahraga bela diri campuran Mixed Martial Arts (MMA) di NTT terus dilakukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTT. Dengan penyelenggaraan event MAD-DOG Fighter Kupang yang berakhir sukses.
Olahraga adu jotos ini pun mendapat respon positif dari berbagai kalangan termasuk masyarakat kota Kupang.
Kejuaraan ini merupakan kerja sama antara HIPMI dan MMA NTT yang merupakan ajang adu jotos yang kedua, sebelumnya di Tode Kisar.
Hal ini disampaikan Ketua HIPMI NTT, Restu Heru Dupe, akrab disapa Heru dalam kejuaraan MMA NTT.
“Hari ini ternyata event ini memang banyak peminatnya, selain peserta yang banyak, masyarakat khususnya Kota Kupang yang ikut menyaksikan kegiatan ini juga luar biasa. Terbukti dengan tiket masuk habis meski masyarakat yang datang ingin nonton masih terus antri,” kata Heru di halaman kantor Dekranasda, Jumat (24/04/2026).
Dari sisi kepesertaan sendiri ungkap Heru, ada 22 peserta yang ambil bagian. 12 peserta tampil di kelas MMA dengan 6 partai pertandingan dan 10 peserta Tinju dengan 5 partai pertandingan.
“Jadi antusias peserta juga tidak kalah besar. Buktinya dari kelas Amatir, Pro sampai kelas MMA hingga kelas Tinju cukup banyak peminatnya. Ada juga satu kelas itu kelas Putri dengan berat 45 kg, dan bahkan ada penonton ikut tunjukan keahliannya di event ini sehingga itu saya menyampaikan antusias masyarakat dan peserta sangat besar pada event MMA kali ini,” beber Heru.
Senada dikatakan Ketua Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) NTT, Agustinus Nahak, yang juga anggota DPRD Provinsi NTT atau akrab disapa Agus. Dalam waktu dekat, pihaknya masih melakukan penataan kepengurusan baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.
Targetnya di tahun 2026, terang Agus, seluruh kabupaten dan kota di NTT telah memiliki kepengurusan. Apabila terealisasi, lewat kepengurusan di masing-masing kabupaten dan kota tersebut.
"Kami mendorong, agar pengurus IBCA MMA di tiap wilayah kabupaten/kota bakal terbentuk," kata Agus.
Langkah lainnya, lanjut Agus, agar IBCA MMA segera berkembang pihaknya telah menyiapkan pelatih - pelatih yang berlisensi, di mana sebelumnya telah diikutkan penataran.
"Lewat adanya pelatih yang berlisensi itu, nantinya mereka diperbolehkan untuk membuat camp-camp latihan. Dengan harapan, dari camp itulah nantinya lahir atlit bela diri yang berprestasi," ujar Agus.
Agus berharap kepada pemerintah maupun pihak swasta lain untuk dapat terus mensupport kami di IBCA MMA dalam semua bentuk perhatian terutama penyelenggaraan event-event seperti ini,” tambahnya.
