KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau NTT Mart yang berlokasi di Gedung PLUT, Jalan Palapa, Kota Kupang, Senin (6/4/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden di Kota Kupang. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Kehadiran NTT Mart dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah berbasis UMKM.
Dalam kunjungannya, Wakil Presiden meninjau langsung berbagai produk lokal yang dipasarkan, mulai dari karya pelaku industri kecil dan menengah (IKM), seperti kopi, madu, olahan kelor, sorgum, keripik pisang, jagung titi, gula semut, hingga aneka produk khas lainnya.
Tak hanya itu, produk kriya dan fashion dari 22 kabupaten/kota juga turut dipamerkan, mencerminkan kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif NTT.
NTT Mart sendiri merupakan bagian dari implementasi program pembangunan daerah melalui Gerakan Beli NTT yang mengusung semangat “Ayo Bangun NTT”.
Kehadirannya diharapkan menjadi pusat promosi sekaligus etalase utama bagi produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Gubernur Melki menyampaikan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM.
“Saya pastikan gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui NTT Mart. Tunjukkan bahwa masyarakat NTT juga mampu berkontribusi bagi negeri ini melalui penguatan ekonomi lokal dengan membeli produk daerah,” ucapnya.
Ia juga berharap para pelaku UMKM dapat melakukan konsolidasi agar seluruh produk lokal bisa terakomodasi dan dipasarkan secara optimal melalui NTT Mart, bahkan menembus pasar nasional hingga internasional.
Kunjungan ini diharapkan dapat mendukung serta memperkuat peran NTT Mart sebagai pusat distribusi produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Timur secara berkelanjutan. (**)
