KUPANG - Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah mengungkapkan, setidaknya ada 1.211 sekolah yang tidak memiliki Kepala Sekolah di NTT.
"Data yang di tayangkan menunjukkan situasi serius, ada ribuan sekolah tidak memiliki kepala sekolah di NTT," ujar Anita Gah.
Hal itu disampaikan pada Rapat Koordinasi Implementasi Program Kemendikdasmen dan Sinkronisasi Kebijakan Daerah, Senin (4/5/2026).
Anita mengakui bahwa selama menjadi anggota DPR RI, dirinya telah memperjuangkan anggaran pendidikan hingga triliunan untuk NTT.
"Apalagi saya sekarang jabat di Badan Anggaran DPR RI," tambahnya.
"Sayangnya, hingga saat ini, seribu lebih sekolah tidak ada kepala sekolah," tegasnya.
Ia menilai, ribuan sekolah tidak ada kepala sekolah harus menjadi perhatian serius, mengingat kepal sekolah sangat berpengaruh terhadap roda penggerak pendidikan.
Selain itu, Anita Gah juga menyinggung kinerja para Kepala Daerah di NTT, khususnya terkait pendidikan dan pemanfaatan anggaran pusat.
Menurutnya, ketiadaan data yang valid menjadi hambatan serius dalam mengusulkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.
Lebih lanjut, kata Anita, angka atau data yang tersedia tersebut dinilai belum cukup karena belum disertai rincian spesifik.
"Sayangnya, banyak anggaran yang di ajukan tersebut berbalik lagi ke pusat," ujarnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Provinsi NTT, Ambrosius Kodo membantah pernyataan Anita Jacoba Gah terkait ribuan sekolah di NTT tidak ada kepala sekolah.
"Tidak mungkin sekolah tidak ada kepala sekolah. Semua terisi kepala sekolah," ujar Ambros.
Data yang di tayangkan, kata Ambros ada 95 sekolah belum terisi kepala sekolah di NTT.
Menurutnya, 95 sekolah. Semua memiliki kepala sekolah hanya saja masih berstatus Plt (Pelaksana Tugas). Untuk kepala sekolah dektinif sementara menunggu mandat Plt.
"Semua terisi Kepala sekolah dengan status PLT atau lagi menunggu PLT," pungkasnya.
