KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi Kebijakan baru Presiden Prabowo Subianto menekan potongan tarif ojek online (ojol) di bawah 10 persen dari sebelumnya 20 persen.
Hal tersebut disampaikan saat membuka ruang dialog dengan para buruh, pekerja dan pengusaha dalam rangka menyerap aspirasi dalam peringatan hari buruh (May Day) 2026, Jumat (1/5/2026), di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.
Secara terbuka Gubernur NTT menolak skema setoran 20 persen yang diterapkan oleh perusahaan aplikator.
“Jangan sampai yang capek kerja di lapangan justru dapat paling kecil dibandingkan mereka yang punya aplikator dapat keuntungan lebih besar," ujarnya.
Menurutnya, kebijakan potongan tarif tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan para Ojol. Lanjut kata Melki segera menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo.
"Hadiah dari Presiden Prabowo turunkan potongan ojol di bawah 10 persen. Saya dan pak Wagub segera akan terapkan kebijakan ini di NTT," tambahnya.
Ditambahkan, sebagai bentuk komitmennya Gubernur Melki mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagaimana program pembiayaan/pinjaman modal kerja dan/atau investasi dari pemerintah yang disalurkan melalui lembaga keuangan (Bank) guna mendukung kebutuhan finansial pekerja dan buruh.
Hal itu diharapkan mampu mempercepat pengembangan usaha secara berkelanjutan sekaligus memperluas akses pembiayaan lewat KUR.
“Kita dorong pekerja naik kelas jadi pengusaha. Kalau ada yang ingin upgrade keterampilan atau membuka usaha, kita fasilitasi lewat KUR bersama perbankan,” pungkasnya.
Diujung dialog, para buru dan pekerja ini berkesempatan mendapatkan doorprize menarik sudah disiapkan hadiah hiburan hingga hadiah utama.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, Pimpinan OPD, serta Ketua Serikat Pekerja (KSPSI) NTT Stanis Tefa, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) NTT, Daud Mboik, Pimpinan Perbankan, BUMN dan BUMD, para Pengusaha dan Pimpinan Perusahaan.
