ENDE - Rapat Umum Pemegang Saham Bank Pembangunan Daerah NTT akhirnya dilanjutkan pekan depan. RUPS Bank Pembangunan Daerah NTT 2026 dengan agenda membahas laporan kinerja tahun buku 2025, Jumad (15/5) berlangsung di Hotel Flores Mandiri dihadiri semua pemegang saham.
Forum tahunan ini menjadi momentum penting bagi arah transformasi kelembagaan Bank NTT ke depan. Namun belum diketahui pasti alasan dilanjutkan RUPS di Kupang pekan depan tepatnya tanggal 24 Mei 2026.
Hanya karena Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena harus segera beranjak karena alasan kesibukan dirinya menerima kehadiran Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan
"RUPS kita lanjutkan pada tanggal 24 Mei karena beberapa kesibukan diantaranya menerima kunjungan Menteri Pangan (Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Red," sebut politikus yang akrab disapa Melki Laka Lena sambil bergegas memasuki mobil untuk menghadiri kegiatan lainnya di Kota Ende.
Para awak media belum bisa konfirmasi lengkap alasan adanya RUPS lanjutan di Kupang. Tambahan pula media tidak diijinkan masuk kedalam ruangan RUPS.
Sementara itu, dalam sambutannya saat membuka kegiatan RUPS dan sambutan pelantikan Direktur Kepatuhan Revi Adiana Silavati berdasarkan rilis sambutan yang diterima dari staf Protokol, Gubernur mengatakan Bank Pembangunan NTT adalah aset berharga masyarakat NTT.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, sebutnya, Bank NTT memikul tanggung jawab besar, tidak hanya untuk mencari keuntungan (profit), tetapi juga sebagai penggerak perekonomian daerah. "Oleh karena itu, integritas dan kepatuhan terhadap regulasi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar," kata dia.
Kepada Direktur Kepatuhan yang baru, Revi Adiana Silawati tidak lupa Gubernur mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut. Menurut Melki, amanah ini adalah posisi strategis, ibarat "benteng" yang memastikan bank berjalan di atas rel aturan perbankan yang berlaku.
Pelantikan hari ini, lanjut Melki Laka Lena, merupakan salah satu hari yang dinantikan untuk memperkuat jajaran manajemen PT. Bank Pembangunan Daerah NTT.
Menurut dia, tengah dinamika perekonomian global dan perkembangan teknologi digital yang pesat, perbankan dihadapkan pada tantangan risiko yang semakin kompleks.
"Terkhusus bagi PT. Bank Pembangunan Daerah NTT yang memiliki peran ganda sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus lembaga bisnis yang harus mencetak laba, kepatuhan bukanlah sekadar formalitas," katanya.
Kepatuhan (compliance), demikian Melki, adalah fondasi utama kepercayaan nasabah dan keberlanjutan bank itu sendiri.
Kepada Direktur Kepatuhan yang baru dilantik, Gubernur menitipkan beberapa pesan penting yakni, perkuat Budaya Kepatuhan (Compliance Culture), dimana , pastikan seluruh elemen bank, dari level tertinggi hingga operasional, memahami dan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), dan kepatuhan terhadap peraturan OJK serta undang-undang yang berlaku.
Selain itu, manajemen risiko yang Proaktif. Direktur Kepatuhan tidak boleh hanya menjadi "pemadam kebakaran" saat terjadi masalah, tetapi harus mampu memetakan, memitigasi, dan mengawasi risiko secara proaktif, terutama risiko hukum dan reputasi.
" Sinergi dengan Inovasi Digital, Seiring dengan semangat perbankan untuk berinovasi melalui teknologi digital terkini, pastikan setiap produk dan layanan digital yang diluncurkan memiliki compliance yang kuat, aman, dan memudahkan masyarakat," pesan dia lagi.
Gubernur juga berpesan adanya dukungan penuh pada sektor UMKM, PT. BPD NTT wajib mendukung pengembangan ekonomi daerah, khususnya UMKM, namun tetap dalam batasan kehati-hatian yang ketat.
"Saya percaya, dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, Direktur Kepatuhan yang baru dapat membawa PT. BPD. NTT menjadi lembaga keuangan yang sehat, berintegritas, dan terpercaya," ungkapnya.
Selaku Gubernur NTT, Melki berharap BPD NTT dapat terus meningkatkan target kinerja, seperti capaian luar biasa dalam kaitan dengan peningkatan laba yang kemudian dapat memenuhi target deviden sebagai kontribusi terhadap pendapatan asli daerah untuk mendukung pembangunan di bumi NTT tercinta ini.
"Pelayanan adalah kunci agar PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur tetap menjadi kebanggaan daerah. Mari kita terus tingkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, serta semangat melayani masyarakat demi mewujudkan Bank NTT yang semakin maju, terpercaya, dan berdaya saing," ajaknya.
Kepada Direktur yang dilantik, Gubernur NTT berharap jadikan jabatan ini sebagai panggilan hati untuk melayani dengan tulus, bekerja dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan dedikasi demi kemajuan Bank NTT serta kesejahteraan masyarakat NTT.
