KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memperingati Hari Buruh Internasional dengan cara berbeda. Ia turun langsung ke lapangan dan menyapa seorang pekerja sekaligus pelaku usaha kecil, Pak Jami, penjual tirai dan ijuk di Jalan El Tari, Kupang, Jumat (1/5/2026).
Di tengah aktivitas jual beli, Gubernur Melki menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja, buruh, dan karyawan di NTT. Ia menegaskan bahwa pekerja memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan kemandirian ekonomi.
“Bersama Pak Jami yang memproduksi sendiri dan menjual sendiri, saya Melki Laka Lena mengucapkan selamat Hari Buruh bagi seluruh pekerja, buruh, semua yang menjadi karyawan di seluruh Nusa Tenggara Timur,” ujar Melki.
Ia menilai sosok seperti Pak Jami mencerminkan pekerja yang tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan, tetapi mampu membangun usaha secara mandiri. Menurutnya, model kerja seperti ini perlu diperluas sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam pesannya, Melki meminta para pekerja untuk tetap menjaga produktivitas dan kesehatan di tengah aktivitas kerja sehari-hari. Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan sebagai bagian dari kesejahteraan jangka panjang.
“Teruslah bekerja dengan baik, menjadi buruh yang produktif. Jaga kesehatan, ingat juga untuk menabung, dan selalu berdoa serta bekerja keras untuk bisa berkontribusi dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong pekerja untuk mulai memikirkan peluang usaha sebagai langkah peningkatan taraf hidup.
“Apabila ada kesempatan, bisa juga mulai menjadi pengusaha seperti Pak Jami,” tambahnya.
Melki juga mengajak seluruh pekerja di NTT untuk bersama-sama membangun daerah melalui kerja produktif dan kolaborasi.
“Hidup terus buruh di NTT. Ayo bangun NTT bersama dengan para buruh, pekerja, dan karyawan di seluruh NTT,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk lebih dekat dengan realitas pekerja di lapangan, sekaligus menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada sektor formal, tetapi juga pada inisiatif mandiri masyarakat yang mampu menciptakan nilai tambah dari usaha yang dijalankan. (Ocep)
