KUPANG - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, mengunjungi langsung pelaksanaan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, dan Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (19/6/2026).
Kunjungan ini bukan bersifat formal, melainkan penuh kehangatan, senyum, dan tawa bersama warga.
Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni ini sepenuhnya di biayai Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas PUPR.
Dalam aksi nyata tersebut, bantuan renovasi RTLH diberikan kepada Fildin Virgio Vance Hovny di Desa Mata Air. Pria yang bekerja sebagai tukang serabutan itu tinggal bersama dua anaknya di atas lahan seluas 150 meter persegi yang telah bersertifikat sejak 2022.
Diketahui Fildin sama sekali tidak pernah mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak-anaknya.
Hal ini di sebabkan karena ada perubahan administrasi kependudukan yang membuat data keluarga tersebut belum masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Mendengar keluhan itu, Gubernur Melki langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial, meminta untuk segera melakukan verifikasi dan mempercepat perubahan status data agar hak-hak keluarga tersebut dapat segera dipenuhi.
“Pokoknya kalau memang dia punya kesulitan di mana segera lapor beta. Nanti beta akan teruskan ke pak Menteri atau Wakil Menteri agar hak-haknya segera di dapat,” ujar Melki.
“Nanti soal rumah, kita bedah. Untuk pengerjaannya PUPR Provinsi yang bantu urus dan Anggarannya sepenuhnya dari dana provinsi,” tambahnya.
Didesa yanga sama, bantuan renovasi RTLH, Mama Bernadete Simbani terpilih untuk mendapatkan perbaikan total. Perempuan yang tinggal bersama anak bungsu dan cucunya itu selama ini menempati rumah milik sendiri dan telah memiliki fondasi dasar
Gubernur memastikan proses pembangunan rumah layak huni akan lebih mudah dikerjakan pada Juli 2026 mendatang.
“Nanti rumah ini kami dari Pemerintah Provinsi bantu bedah. Karena tanah milik mama sendiri dan sudah ada fondasi, itu akan mempermudah proses pengerjaan,” ujarnya.
Selain itu, kunjungan berlanjut ke Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu.Bantuan renovasi RTLH, Gubernur Melki langsung mendatangi rumah Otnial Meto.
Suasana haru menyelimuti peninjauan tersebut, terutama bagi bapak Otnial Meto. Sebagai seorang Ayah dengan tiga anak yang sehari-harinya sebagai petani sekaligus buruh serabutan, bantuan ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur atas kepeduliannya. Kami sangat senang dan bersyukur rumah kami dibedah menjadi layak huni. Ini sangat berarti bagi masa depan anak-anak saya,” ungkap Otnial dengan mata berkaca-kaca.
Tersentu, Gubernur Melki meminta Camat dan Kepala Desa setempat untuk mengawal proses renovasi RTLH agar berjalan cepat dan aman.
“Prose renovasi ini. Saya minta ibu camat dan kepala desa, awasi baik-baik agar cepat selesai dan aman. Kondisi sekarang memang tidak mudah, jadi bapak mama, tenang saja, pemerintah selalu ada,” terang Melki.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR NTT, Benyamin Nahak, mengatakan pihaknya segera melakukan pengambilan data dan memproses seluruh administrasi agar pengerjaan dapat dimulai pada Juni hingga Juli 2026.
“Hari ini kami langsung ambil data dan proses administrasi agar segera dikerjakan,” kata Benyamin.
Menurutnya, Pemprov NTT berkomitmen membangun rumah layak huni bagi masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
.jpg)
