KUPANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT menyusun rencana Integrasi dan Penyelenggaraan kegiatan Cabor-cabor Pekan Olahraga Nasional (PON) Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur (NTT) Nusa Tenggara Barat (NTB) PON XVII 2028.
Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua I, Johni Asadoma, Sekretaris Umum KONI NTT, Alfons Theodorus, Sekretaris I, Reny Marlina Un serta dihadiri jajaran pengurus KONI Provinsi NTT.
Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Ketua Umum KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI NTT Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus menyusun strategi pengembangan olahraga prestasi di daerah tersebut.
"Rakerda ini kita arahkan sebagai bahan refleksi, catatan terkait perjalanan KONI NTT selama ini menjadi bahan evaluasi bersama berbagai agenda olah raga kedepan," ungkap Melki saat memberikan pengantar menjelang pelaksanaan Rakerda KONI NTT.
Untuk merumuskan program kerja strategis KONI NTT periode kepengurusan saat ini. Peserta diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret terkait berbagai kebijakan dan program yang dapat memperkuat pembinaan olahraga di NTT.
Rakerda juga akan memberikan ruang bagi seluruh anggota KONI dan cabang olahraga untuk membahas serta menetapkan program-program prioritas yang akan dijalankan selama masa kepengurusan.
Di bidang olahraga prestasi, Melki menilai paradigma pembinaan atlet saat ini telah mengalami perubahan. Karena itu, KONI NTT akan memberikan perhatian khusus kepada atlet-atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ia mencontohkan capaian atlet disabilitas NTT yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Prestasi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa atlet-atlet daerah memiliki kemampuan bersaing di level dunia apabila mendapatkan dukungan yang memadai.
"Kita ingin atlet-atlet yang memiliki potensi prestasi nasional dan internasional mendapatkan dukungan yang lebih baik agar mampu berkembang dan membawa nama NTT maupun Indonesia," ujarnya.
Selain pembinaan atlet, Rakerda juga akan membahas penguatan sinergi antara KONI dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Melki menekankan pentingnya membangun ekosistem olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
Menurutnya, olahraga harus mulai dipandang sebagai industri yang memiliki nilai ekonomi besar. Ia mencontohkan berbagai event olahraga berskala nasional yang mampu menghasilkan perputaran uang hingga ratusan miliar rupiah dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
"Ke depan kita ingin olahraga di NTT tidak hanya bergantung pada APBD. Kalau bisa, olahraga juga mampu membiayai dirinya sendiri melalui pengembangan industri olahraga yang sehat dan berkelanjutan," tegas Melki.
Melalui Rakerda tersebut, KONI NTT berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi pedoman dalam pengembangan olahraga prestasi, penguatan organisasi, serta peningkatan kontribusi olahraga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Hasil-hasil yang dirumuskan dalam Rakerda nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan program kerja KONI NTT selama periode kepengurusan saat ini sekaligus sebagai langkah awal menuju prestasi olahraga NTT yang lebih baik di tingkat nasional maupun internasional.
