TAMBOLAKA - Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius RA Geong bersama Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST didampingi Sekda SBD, Drs. Edmundus Nobertus Nau dan Kaban Keuangan, Frimery APB Keremata melaunching Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang juga disebut Kartu Kredit Pemerintah Daerah di Hotel Ella Sumba Barat Daya, Kamis (11/6).
Dalam sambutannya, Aloysius Geong mengatakan, kehadiran Kartu Kredit Indonesia adalah untuk mempercepat proses transaksi keuangan non tunai yang aman, nyaman dan murah.
Mewakili pimpinan Bank NTT, ia menyampaikan terima kasih banyak kepada pemerintah Sumba Barat Daya atas dukungannya selama ini.
Dan kehadiran Kartu Kredit Indonesia di daerah ini juga karena dukungan penuh pemerintah Sumba Barat Daya. Dan Kabupaten Sumba Barat
Daya adalah kabupaten ke-13 dari 22 kabupaten di NTT memiliki program Kartu Kredit Indonesia.
Menurutnya, kehadiran program KKI adalah jawaban atas tantangan digitalisasi dalam dunia perbankan yang mulai berkembang belakangan ini. Semula hanya baru isu.
Namun sejalan itu muncul program pemerintah transaksi non tunai ditambah OJK mulai menjalankan program perluasan digitalisasi. Hal mana bank dapat menjalankan aktivitasnya dengan terus memperhatikan perkembangan teknologi.
Kehadiran teknologi mempermudah pengelolaan transaksi keuangan perbankan tetapi juga menjadi tantangan dalam menghadapi setiap kejahatan seiring kemajuan teknologi itu. Banyak kejadian yang menimpa perbankan di Indonesia sebagaimana terjadi selama ini.
Bank NTT adalah bank daerah sehingga kehadiran program KKI untuk mendukung program pemerintah khususnya literasi dan iklusi khususnya terkait tata kelola transaksi keuangan daerah lebih transparan.
Ia juga berharap kerja sama baik dengan pemerintah daerah Sumba Barat Daya terus berlanjut demi membawah kemajuan bersama ke depan.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla dalam sambutannya menyatakan mendukung program Kartu Kredit Indonesia di Sumba Barat
Daya. Langkah itu untuk mempermudah transaksi keuangan menjadi lebih aman dan nyaman.
Dan tentunya lebih memudahkan pengawasan karena semua transaksi tercatat baik dalam sistem digitalisasi dan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan semakin modern dan profesional.
Penerapan program KKI dapat mewujudkan pengelolaan keuangan daerah lebih transparan, akuntabel, efisien dan modern melalui sistem transaksi non tunai.
Hal itu sejalan dengan visi dan misi kabupaten Sumba Barat
Daya terkait digitalisasi. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah lingkup Pemkab Sumba
Barat Daya agar dapat menggunakan program KKI. Hal ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (*)
