Search Suggest

Melki-Johni Tuntaskan 32 Ruas Jalan Strategis di NTT

KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berdampak langsung bagi masyarakat. 

Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah keberhasilan menyelesaikan pembangunan dan peningkatan 32 ruas jalan strategis di berbagai kabupaten dan kota sepanjang tahun 2025 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT.

Pembangunan yang meliputi rekonstruksi jalan dan penanganan long segment tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam meningkatkan kemantapan jalan provinsi, memperkuat konektivitas antarwilayah, menurunkan biaya logistik, serta membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Nusa Tenggara Timur.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama untuk mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. 

Karena itu, Pemerintah Provinsi terus mendorong percepatan pembangunan jalan agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat hingga ke pelosok daerah.

"Pembangunan 32 ruas jalan strategis ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan NTT. Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah," ujar Gubernur Melki.

Adapun ruas jalan yang telah ditangani tersebar di Pulau Timor, Flores, Sumba, Alor, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua hingga Kota Kupang. Di antaranya ruas Bondokodi–Waitabula, Keliting–Wini–Sakato, Betun–Motamasin, Waepare–Bola, Poma–Baiawa, Wologai–Detukeli, Sp. Patung Sonbai–Bello, Yos Sudarso, Watutuku–Mataraben, Kalabahi–Kokar, Panite–Kolbano, Sp. Niki-Niki–Oenlasi, Watowiti–Waiklibang, Balauring–Wairiang, Aeramo–Kaburea, serta sejumlah ruas jalan di Kota Kupang.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak, mengatakan pihaknya memastikan setiap paket pekerjaan dilaksanakan secara profesional, sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, sehingga menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan berumur panjang.

"Pelaksanaan ini sesuai arahan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yaitu memastikan setiap pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami mengawal seluruh proses pekerjaan agar memenuhi standar teknis, sehingga kehadiran 32 ruas jalan strategis ini benar-benar memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," jelas Benyamin Nahak.

Keberhasilan penyelesaian 32 ruas jalan strategis ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Provinsi NTT dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan arus barang, jasa, dan mobilitas masyarakat semakin lancar, investasi semakin berkembang, serta kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur terus meningkat.