KUPANG - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur merayakan HUT ke-64 yang jatuh pada tanggal 17 Juli. Perayaan ulang tahun Bank Pembangunan Daerah NTT itu dirayakan secara sederhana, tanpa ada seremonial perayaan, hanya gathering bersama semua pegawai bank itu secara internal.
Direktur Utama Bank NTT, Carlie Paulus menjelaskan ke PO ada media soal tagline Bank NTT adalah "Bersama Menuju Puncak,"
"Jadi kita ingin prestasi tertinggi dapat dicapai oleh Bank NTT, dalam segala hal, baik itu pelayanan, laba maupun digitalisasi dalam pelayanan," katanya saat diwawancarai di kantornya, Jumat (17/7).
Dia berkata kalau memasuki usia yang baru, dimana usia ini merupakan usia yang sangat matang, sehingga diharapkan kekompakan dan kerja sama diharapkan bisa ditingkatkan lagi.
"Kerja sama dan kolaborasi itu diharapkan dapat terus diperkuat baik secara internal dan eksternal, pemegang saham, pemerintah daerah, dan terutama dengan masyarakat," ungkapnya.
Jadi, kata Carlie, bahwa Bank NTT ingin mencapai prestasi yang tinggi tetapi itu semua dicapai melalui sebuah kerja sama dan kolaborasi dengan semua pihak.
Selain itu, Carlie juga mengaku dalam waktu dekat akan melakukan peningkatan pelayanan, mulai dari gedung-gedung pelayanan Bank NTT. Dia berencana akan mulai mengunjungi semua kantor Bank NTT untuk mendata gedung-gedung yang perlu direvitalisasi, sehingga masyarakat pun yang dilayani akan merasa puas.
"Bank itu adalah lembaga keuangan sehingga representasi dari penampilan menjadi sesuatu yang penting, bank bukan bengkel yang hanya memiliki gedung seadanya dan meja saja, penampilan itu menjadi hal yang penting," katanya.
Selain itu, Carlie juga menegaskan akan pelan-pelan mengganti mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank NTT, sehingga mesin yang dipakai merupakan mesin yang paling baru, termasuk mengganti mesin EDC.
Selain itu, dia juga fokus untuk pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia, sehingga kualitas SDM yang ada di Bank NTT pun terus berkembang kemampuannya, dengan peralatan dan teknologi yang ada, sehingga ketika melayani masyarakat tidak lagi membutuhkan waktu lama.
Menurut Rahmat, keberhasilan Bank NTT tidak semata diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan yang semakin prima, tata kelola perusahaan yang baik, pembiayaan produktif, transformasi digital, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi di NTT.
“Makna ‘bersama’ adalah kekuatan utama Bank NTT. Tidak ada satu orang, satu divisi, atau satu cabang yang mampu membawa Bank NTT mencapai keberhasilan sendirian. Direksi, komisaris, pegawai, pemegang saham, pemerintah daerah, nasabah, hingga masyarakat merupakan satu tim yang saling menguatkan,” tambahnya.
Dia menambahkan, kata “menuju” menggambarkan sebuah perjalanan yang tidak pernah berhenti. Bank NTT, kata Rahmat, tidak ingin cepat berpuas diri dengan berbagai capaian yang telah diraih.
