BANFANU, TTU – Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Kupang terus memperkuat perannya dalam mendekatkan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Desa Banfanu, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara, sebagai langkah awal pengembangan desa binaan melalui Model Manajemen Desa STIM Kupang (MMD-STIM).
Penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan di Kantor Desa Banfanu pada tanggal 01 Agutus 2026 kemarin, dilakukan oleh Penjabat Kepala Desa Banfanu, Daniel Fallo, S.I.P., bersama Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama STIM Kupang, Aldrin Alexander, S.E., M.M. serta
Turut hadir perangkat desa, dosen, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIM Kupang, dan juga tokoh masyarakat Desa Banfanu.
Kemitraan ini menjadi langkah strategis STIM Kupang dalam mengembangkan pola pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori di ruang kelas, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa menerapkan ilmu manajemen secara langsung di tengah masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, desa ditempatkan sebagai ruang tumbuh ilmu manajemen, tempat berbagai konsep manajemen diuji, disempurnakan, dan dikembangkan bersama masyarakat untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Program kemitraan akan dilaksanakan melalui Model Manajemen Desa STIM Kupang (MMD-STIM), yaitu sebuah pendekatan pendampingan yang diawali dengan pemetaan potensi dan kebutuhan desa, dilanjutkan dengan penyusunan program prioritas, implementasi kegiatan, monitoring, evaluasi, hingga pengembangan program secara berkelanjutan.
Model ini dirancang agar setiap kegiatan benar-benar lahir dari kebutuhan desa dan memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat.
Aldrin Alexander, S.E., M.M. menjelaskan bahwa STIM Kupang ingin membangun paradigma baru dalam pendidikan manajemen, yaitu menghadirkan desa sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.
Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori manajemen dari buku atau ruang kuliah, tetapi juga belajar menerapkannya untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Lebih lanjut, kata Aldrin desa menjadi ruang belajar yang sangat kaya karena di dalamnya terdapat berbagai dinamika organisasi, kewirausahaan, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga kepemimpinan yang dapat dipelajari secara langsung.
Bagi STIM Kupang, keberhasilan pembelajaran bukan hanya ketika mahasiswa lulus, tetapi ketika ilmu yang dipelajari mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,' ujar Aldrin
Menurut Aldrin, kemitraan ini juga merupakan bentuk komitmen STIM Kupang dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam satu sistem pembelajaran yang berkelanjutan.
Dengan demikian, setiap kegiatan mahasiswa di desa tidak hanya menjadi bagian dari program akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Banfanu, Daniel Fallo, S.I.P., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan STIM Kupang yang memilih Desa Banfanu sebagai mitra dalam implementasi MMD-STIM.
Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang bagi desa untuk memperoleh pendampingan yang lebih terarah dalam penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengembangan BUMDes, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.
"Kami menyambut baik kemitraan ini karena tidak hanya menghadirkan kegiatan sesaat, tetapi menawarkan proses pendampingan yang berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi ini mampu memperkuat kapasitas aparatur desa, mengembangkan potensi masyarakat, dan membuka peluang-peluang baru bagi kemajuan Desa Banfanu," tambahnya.
Melalui kerja sama ini, berbagai program akan dikembangkan secara bertahap, meliputi penguatan kelembagaan pemerintahan desa, pengembangan BUMDes, peningkatan kapasitas UMKM, digitalisasi pemasaran produk lokal, penguatan manajemen keuangan, hingga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan kegiatan akademik mahasiswa.
Kemitraan antara STIM Kupang dan Pemerintah Desa Banfanu ini menjadi tonggak awal implementasi Model Manajemen Desa STIM Kupang (MMD-STIM).
Ke depan, model ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan desa binaan berbasis ilmu manajemen serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan desa di Nusa Tenggara Timur. (AXL)
