Search Suggest

Dua Warga NTT Ditembak saat Antar Bantuan, Gubernur: Gugurnya Kedua Korban Sangat Melukai Hati

FLORES - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan sikap tegas Pemerintah Provinsi NTT terhadap insiden penembakan terhadap tiga warga sipil yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. 

Penembakan tersebut terjadi saat mengantarkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Rabu, 9 September 2026.

Tiga korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dua di antaranya diketahui berasal dari NTT yakni Willy Mbuik, CPNS pada Dinas Pertanian, dan dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan. 

Gubernur NTT menyebut gugurnya kedua korban sangat melukai hati.

"Saya berharap agar kita semua juga belajar dari dua anak muda yang luar biasa dan hebat ini, Adik Willy Mbuik dan juga Dokter Hewan Alfonsius Albinus Mehan. Dua anak muda ini mereka bekerja dengan baik, memilih tempat yang tidak mudah di daerah Jayawijaya, daerah yang memang juga masih sering terjadi kasus-kasus kekerasan," tambah Gubernur.

Dia menilai para petugas kemanusiaan seharusnya mendapat perlindungan saat menjalankan tugas.

"Ketika mereka membantu orang-orang Papua, juga harusnya juga mereka diberikan kenyamanan, diberikan kehidupan yang baik, tidak diintimidasi, diteror, apalagi dibunuh karena mereka lagi menjalankan tugas kemanusiaan," terangnya.

Disisi lain, Gubernur Melki mengutuk keras KKB, aksi pembunuhan yang dilakukan tidak dapat dibenarkan dan meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum.

“Pemerintah Provinsi NTT mengutuk keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini. Ini betul-betul melukai kemanusiaan kita, melukai kebangsaan kita dan juga kebersamaan kita sebagai satu bangsa. Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum,” ujar Gubernur.

Menurut Melki, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan terhadap ketiga korban. Terlebih, mereka sedang menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu masyarakat di Papua.

"Apa pun yang menjadi dasar alasan dari KKB melakukan hal demikian itu tidak bisa dibenarkan. Apalagi anak-anak kita ini, lagi menjalankan tugas kemanusiaan. Justru membantu warga masyarakat Papua untuk mendapatkan salah satu haknya yaitu mendapatkan makanan yang diberikan oleh negara melalui anak-anak kita ini," tambah Dia.

Melki juga meminta aparat tidak berhenti pada pengungkapan kasus, tetapi membawa para pelaku ke pengadilan.

"Kami meminta aparat keamanan untuk mengejar dan menangkap dan memproses hukum orang-orang ini. Dan ini jangan lagi dibiarkan terus-menerus terjadi di tanah Papua dan harus betul-betul dicarikan cara agar bagaimana kasus-kasus semacam ini jangan lagi terjadi," terangnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan berharap proses hukum dilakukan secara profesional hingga memberikan keadilan bagi keluarga korban.

"Kami mengucapkan duka cita sedalam dalamnya untuk keluarga korban. Dan kita doakan agar kedua anak kita ini diterima di sisi Tuhan," pungkasnya.