KUPANG - Kepedulian untuk korban gempa Flores terus mengalir. PT Freeport Indonesia (PTFI) menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar kepada Pemerintah Provinsi NTT, Selasa (1/9/2026).
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Kantor Gubernur.
Total bantuan PTFI mencapai Rp3 miliar. Rp2,5 miliar berasal dari perusahaan, donasi karyawan, dan skema double match. Sementara Rp500 juta disalurkan melalui PMI.
Bekerja sama dengan Human Initiative, PTFI fokus di 4 sektor: pangan dan gizi, air-sanitasi, hunian, dan kesehatan di Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Pada tahap darurat, 700 paket bantuan telah disalurkan. Isinya Bedding Kit, Hygiene Kit, Shelter Kit, dan sembako. PTFI juga membangun 5 Hunian Sementara dan 4 Sekolah Darurat.
Melalui PMI, PTFI menyalurkan 300 paket Hygiene Kit, Sembako, Shelter Kit, dan Bedding Kit.
Kirim Tim Medis ke Lapangan
PTFI juga mengirim 6 personel sejak 22-30 Agustus 2026. Tim terdiri dari 2 dokter, 1 paramedis, dan 3 rescuer. “Hampir 500 orang kami rawat di lapangan,” terangnya.
Tony menyebut alasan bantuan karena kedekatan wilayah timur Indonesia. “NTT tetangga dekat Papua. Dengan kekerabatan ini kami hadir untuk membantu,” tambanya.
Gubernur Melki mengapresiasi bantuan PTFI. Ia berharap kolaborasi tidak berhenti di tanggap darurat.
“Kalau boleh, PTFI dampingi juga fasilitas publik yang rusak sampai benar-benar pulih,” jelas Melki.
Ia menegaskan, pemulihan butuh kerja bersama. “Pemerintah tidak bisa sendiri. Dukungan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk percepat penanganan,” beber Gubernur Melki.
Gubernur juga berterima kasih kepada HI, PMI, dan seluruh pihak yang membantu Flores. “Solidaritas lintas sektor ini modal penting bagi NTT untuk bangkit,” pungkasnya.
