Search Suggest

Gubernur NTT Usulkan Buka Jalur Pantura Flores, Prabowo Langsung Perintahkan Menteri PU: Rencanakan!

 

PAPILLONNEWS .COM - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, mengusulkan pembukaan Jalan Lintas Utara Flores kepada Presiden Prabowo Subianto.

Secara langsung Presiden Prabowo menginstruksikan jajaran terkait, termasuk Menteri PU, untuk merencanakan dan mempercepat pemulihan pascagempa sekaligus membuka akses ekonomi di wilayah utara Flores.

Harapan masyarakat Flores untuk memiliki Jalan Pantai Utara (Pantura) akhirnya mendapat lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto. 

Dalam rapat penanganan gempa Flores di Kabupaten Nagekeo, Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menindaklanjuti usulan Gubernur NTT Melki Laka Lena terkait pembangunan jalur strategis yang telah menjadi cita-cita sejak era Gubernur Ben Mboi.

Rencana pembangunan Jalan Pantai Utara (Pantura) Flores mendapat dukungan langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Persetujuan itu disampaikan saat rapat penanganan gempa bumi dan percepatan pemulihan wilayah terdampak di Posko Penanganan Gempa Bumi Yonif TP 834/Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan pentingnya pembangunan jalur alternatif di utara Flores, terutama berdasarkan pengalaman penanganan bencana yang menunjukkan keterbatasan akses transportasi saat kondisi darurat.

“Sejak kejadian tahun 1992 sampai sekarang, jalur utara menjadi penentu pergerakan bantuan. Kalau tidak bisa digerakkan, maka harus melalui udara atau laut,” ujar Melki.

Ia meminta pemerintah pusat membuka Jalan Lintas Utara Flores yang menurutnya telah menjadi cita-cita sejak masa Gubernur Ben Mboi.

“Kalau utara dibuka, sektor produksi, pariwisata, dan ekonomi masyarakat akan berkembang lebih cepat,” jelasnya.

Mendengar usulan tersebut, Presiden Prabowo langsung meminta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo untuk menindaklanjutinya.

“Rencanakan, Menteri PU,” beber Prabowo.

Menteri Dody pun menjawab bahwa pembangunan jalur tersebut telah masuk dalam perencanaan pemerintah.

Pantura Flores yang direncanakan ditangani melalui rekonstruksi dan rehabilitasi mencakup 16 ruas jalan dengan total panjang mencapai 437,29 kilometer. 

Jalur itu membentang dari wilayah Manggarai Barat hingga Kabupaten Sikka dan akan menjadi koridor strategis yang menghubungkan kawasan-kawasan di pesisir utara Flores.

Bagi Pemerintah Provinsi NTT, pembangunan Pantura Flores bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi juga investasi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas, membuka akses ekonomi baru, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta memperluas pengembangan pariwisata di wilayah utara Flores.

Keberadaan jalur tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat ketahanan wilayah saat terjadi bencana. Gempa Flores pada 15 Agustus 2026 menjadi pengingat bahwa jalur alternatif sangat dibutuhkan agar mobilisasi bantuan, logistik, dan personel dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Selain mendukung penanganan bencana, Pantura Flores diharapkan membuka akses menuju sentra produksi, kawasan perikanan, serta destinasi wisata yang selama ini belum terhubung secara optimal.

Dengan konektivitas yang lebih baik, pertumbuhan ekonomi tidak lagi terpusat di satu kawasan, tetapi dapat menyebar lebih merata di sepanjang Pulau Flores.

Bagi Melki Laka Lena, pembangunan Pantura Flores merupakan langkah strategis untuk membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mewujudkan pemerataan pembangunan. Dengan adanya dukungan Presiden Prabowo, cita-cita lama membuka jalur utara Flores kini memasuki babak baru yang lebih konkret. (*)