Search Suggest

Menteri PPN dan Gubernur NTT Perkuat Sinergi Penanganan dan Pemulihan Gempa Flores

KUPANG - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara bersama-sama berkomitmen dalam percepatan penanganan dan pemulihan bencana gempa bumi flores. 

Hal tersebut disepakati dalam rapat strategis yang dilaksanakan di VIP Bandara El Tari Kupang pada Senin (14/9/2026).

Menteri PPN, Rachmat Pambudy menyampaikan penguatan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat agar tetap tegar menghadapi musibah serta bersama-sama mempercepat proses pemulihan pascabencana. 

Rachmat mengungkapkan perhatian pemerintah pusat merupakan bagian dari kewajiban untuk mendukung pemerintah daerah, terlebih ketika masyarakat sedang menghadapi bencana. 

"Saat ini kita sedang mengalami duka mendalam atas bencana alam gempa bumi di Flores, dan tentunya pada momentum ini juga menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah yang terdampak bencana," kata Menteri PPN.

Dalam rapat yang juga membahas rencana pemulihan pembangunan pascabencana tersebut Menteri PPN juga mendorong agar dalam upaya pembangunam pasca bencana, potensi ekonomi NTT tidak hanya dikembangkan sebagai komoditas, tetapi dihubungkan dalam rantai nilai yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Setiap wilayah, menurutnya, perlu saling terhubung sehingga potensi yang dimiliki satu daerah dapat mendukung pertumbuhan daerah lainnya.

“Kalau saja ini dikerjakan dengan baik, lima tahun pasti berubah. Pembangunan tidak pernah bisa mengubah sesuatu secara besar seketika namun dari hal-hal sederhana," ungkap Rachmat.

Menteri Rachmat juga menekankan bahwa pembangunan pascabencana tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. 

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia merupakan aspek yang jauh lebih penting untuk memastikan NTT mampu tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang. 

“Membangun fisik penting, membangun jalan penting, jembatan penting, bangun sawah penting, tapi membangun sumber daya manusia jauh lebih penting,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan gempa Flores memberikan dampak besar terhadap 7 kabupaten di wilayah Flores yang memiliki kontribusi sekitar 30 hingga 35 persen terhadap perekonomian NTT. 

Gubernur menjelaskan, pemerintah daerah bersama tujuh kabupaten terdampak saat ini terus melakukan pendataan kerusakan sebagai bagian dari persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi. 

Pendataan tersebut diantaranya kerusakan rumah penduduk, kantor pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan dan berbagai infrastruktur lainnya. 

Lebih lanjut kata Gubernur, seluruh proses pendataan dampak bencana gempa bumi di Flores ditargetkan dapat diselesaikan sepanjang september hingga awal Oktober 2026. 

Data tersebut selanjutnya akan diuji publik sebagai bagian dari upaya memastikan akurasi dan validitas data sebelum menjadi dasar penyusunan desain pemulihan dan pembangunan kembali Flores.

“Kita upayakan dari september ini sampai awal oktober, itu seluruh urusan pendataan sudah selesai sampai diuji publik. Karena setelah itu kita harus menuju Jakarta bertemu lagi dengan Pak Menteri Bappenas beserta jajaran, dan tentu juga dengan Pak Menko PMK,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur menjelaskan, rencana tersebut telah disampaikannya kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat keduanya bertemu di Semarang, Jawa Tengah, dalam rangka pembukaan MTQ Nasional. 

“Saya ketemu beliau kemarin di acara pembukaan MTQ di Semarang. Saya juga sudah melaporkan perkembangan penanganan di Flores. Sekarang kita sedang menuju tahapan pendataan dan persiapan desain baru untuk Flores,” kata dia.

Menurut Gubernur, dalam pertemuan tersebut Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya perencanaan pemulihan yang matang, termasuk penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). 

Perencanaan yang baik dan dukungan pemerintah pusat, kata Gubernur, dapat menjadikan momentum pascagempa sebagai kesempatan untuk menata dan meningkatkan kualitas pembangunan di Flores.

“Pak Pratikno menyampaikan, kalau perencanaannya bagus, kalau kemudian mendapat atensi yang bagus, dan dipersiapkan dengan baik, termasuk R3P dan sebagainya, serta sejauh pemerintah daerah mampu merumuskan dengan baik berbagai penataan  maka momentum gempa Flores ini justru bisa dipakai untuk memperbaiki pembangunan di Flores,” tambah Gubernur.

Dalam rapat tersebut juga, Kepala Bapperida Provinsi NTT Theresia Florentina memaparkan  momentum pemulihan pascagempa sebagai bagian dari penataan kembali pembangunan Flores secara lebih terintegrasi. 

Menurutnya, wilayah utara Flores yang terdampak gempa merupakan salah satu koridor penting karena menghubungkan Labuan Bajo hingga Lembata. Labuan Bajo yang telah berkembang sebagai destinasi pariwisata premium diharapkan dapat menjadi lokomotif ekonomi bagi kabupaten-kabupaten di sekitarnya.

Theresia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT mendorong penyusunan rencana induk pembangunan Flores yang dapat mengintegrasikan potensi produksi, pengolahan, pemasaran, pariwisata dan rantai pasok antar kabupaten. 

Infrastruktur jalur Pantura Flores dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat konektivitas dan distribusi barang maupun jasa.

Konsep tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan pengembangan Flores dengan Pulau Sumba dan Timor. Sumba memiliki potensi pariwisata minat khusus dan peternakan, Flores dengan pariwisata premium bahari dan berbagai komoditas unggulan, sementara Timor memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan dengan Timor-Leste.

Penyerahan Bantuan Kontainer oleh Meratus kepada Pemprov NTT

Rapat tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan penanganan gempa Flores dari Meratus Group kepada Pemerintah Provinsi NTT berupa 32 kontainer berukuran 20 feet yang berisikan paket sembako dan berbagai kebutuhan logistik lainnya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh CEO Meratus Group, Marcel Menaro dan Direktur Utama PT Meratus Line Slamet Raharjo kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan disaksikan PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.

CEO Meratus Group, Marcel Menaro berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mengajak pihak lainnya untuk turut bergotong royong membantu warga terdampak. 

“Semoga bantuan. ini bisa membantu saudara-saudara kita, teman-teman kita yang sedang mengalami musibah bencana gempa bumi di Flores” pungkasnya.