Search Suggest

Wacana Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Dirut Bank NTT: Bank Daerah akan Berdampak

KUPANG - Direktur Utama (Dirut) Bank NTT Charlie Paulus mengungkapkan dampak yang timbul jika pembayaran gaji aparatur sipil negara atau ASN dialihkan ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). 

Diketahui, saat ini tengah beredar kabar rencana Pemerintah mengalihkan penyaluran  gaji atau Payroll dari Bank Daerah ke Himbara. Wacana itupun mendapat beragam reaksi, termasuk organisasi Bank Daerah. 

"Pasti dampaknya besar kalau dialihkan ke Bank lain," kata Charlie, Jumat (4/9/2026) di Kupang. 

Pertama, kata dia, rata-rata ASN memiliki pinjaman pada Bank Daerah. Sehingga kalau gaji ASN bersangkutan tidak lagi disalurkan melalui Bank Daerah maka terdapat risiko. Dan itu akan membahayakan Bank Daerah. 

Kedua, menurut Charlie, adalah dengan gaji ASN yang masuk melalui Bank Daerah justru menjadi sumber pendanaan untuk memberikan pinjaman bagi masyarakat umum. 

"Jadi impact bisa dua. Bisa kredit bermasalah, kami juga bisa kekurangan modal dana untuk bisa membiayai pembangunan di daerah," ujarnya. 

Charlie mengaku, ASN menjadi tumpuan perputaran keuangan utama Bank NTT. Nilainya lebih dari 50 persen. Baginya itu akan sangat berpengaruh bila penyaluran gaji beralih ke Himbara. 

Charlie berharap pembayaran gaji para ASN tetap dilakukan oleh Bank Daerah. Dia mengaku, organisasi Bank Daerah tengah memperjuangkan persoalan itu, termasuk membawa ke DPR RI dan Pemerintah Pusat. 

"Mau bertemu sama Kemendagri, Kementerian Keuangan. Kita minta, boleh aja statusnya pegawai Pemerintah Pusat tapi pembayaran gajinya tetap ke Bank Daerah. Lagi berjuang ni," ujarnya. 

Dia menjelaskan, sejauh ini manajemen Bank NTT belum menyiapkan langkah mitigasi. Fokus utama sekarang adalah memperjuangkan agar wacana ini tidak diberlakukan. 

Charlie berharap agar Pemerintah tidak menerapkan kebijakan tersebut. Ia menyarankan agar status ASN dialihkan ke Pemerintah Pusat dengan sistem penyaluran gaji melalui Bank Daerah. 

"Kalau sudah terjadi baru kita pikir bagaimana kita akan mitigasi. Tapi itu kalau terjadi dampaknya besar," pungkasnya.