KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pernyataan Emanuel Melkiades Laka Lena / Pemprov NTT menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada.yang meninggal dunia pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Alm. Gonzalo Gratianus Muga Sada Wakil Bupati Nagekeo Periode 2025–2030
Semoga segala pengabdian dan karya almarhum bagi masyarakat menjadi amal kebaikan yang dikenang, serta Tuhan Yang Maha Kuasa mengampuni segala dosa dan kesalahannya, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan menganugerahkan kekuatan serta penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Beristirahatlah dalam damai.
Gubernur Melki menganggap mendiang Gonzalo adalah sosok dikenal bukan sekadar sebagai seorang politisi atau pejabat publik, melainkan sebagai sahabat seperjuangan.
"Dalam kenangan Gubernur Melki, mendiang Gonzalo dikenal sebagai sosok yang pekerja keras, humoris, cepat akrab dan apa adanya dalam menyampaikan sesuatu," ujar Gubernur pada Minggu 4 Oktober 2026.
Selain itu, kata Gubernur, mendiang Gonzalo, dikenal aktif turun langsung ke tengah masyarakat, saat menjabat sebagai Ketua Satgas Penanganan Bencana Gempa Nagekeo.
Beliau berulang kali meninjau daerah pelosok dan titik pengungsian pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores untuk memastikan pendistribusian bantuan dan penanganan jalan berjalan dengan baik.
"Lebih dari empat kali ke Nagekeo, saya melihat beliau aktif turun ke kampung-kampung yang sulit dijangkau membawa bantuan," kata Gubernur.
Sebagai ketua terpilih, almarhum menaruh perhatian besar pada persiapan para atlet lokal untuk menyambut PON XXII tahun 2028 NTT–NTB, terlebih karena Kabupaten Nagekeo telah diplot untuk menjadi tuan rumah cabang olahraga Aero Sport (paralayang).
"Sebagai ketua KONI di Nagekeo, mendiang Gonzalo juga sangat konsen dalam mengembangkan atlit olah raga menjelang PON 2028.," tambah Gubernur Melki.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, beliau diketahui memiliki jadwal kerja yang sangat padat dan aktif bertugas di lapangan.
Selama sebulan terakhir beliau juga sangat fokus memimpin penanganan pascabencana gempa bumi Flores.
Almarhum meninggal dunia akibat serangan jantung. Kondisi kelelahan fisik akibat agenda kerja yang padat diduga kuat memicu serangan tersebut secara mendadak hingga beliau tidak sadarkan diri saat dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit.
"Sebagai seorang politisi apa adanya. Mediang Gonzalo itu seorang toko asal Nagekeo, sosok yang muda bergaul dan cepat akrab ," pungkas Gubernur
