MANGGARAI - Sebanyak 1.000 warga terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima bantuan tunai senilai Rp1 miliar dari pengusaha Dato Sri Tahir pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Pria yang masuk dalam jajaran 10 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes itu. Tahir, sapaan akrabnya datang langsung memberikan bantuan senilai Rp 1 miliar dengan masing-masing Rp 1 juta per orang.
"Kita hari ini ada suatu bantuan yang kecil saja, setiap orang Rp 1 juta, 1.000 orang Rp 1 miliar," kata pendiri Mayapada Group itu usai menyerahkan bantuan langsung di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT.
Selain memberikan bantuan tunai, Tahir juga menjanjikan pemberian 200 rumah kepada korban dampak gempa Flores. Target pembangunan rumah ini diharapkan dapat selesai setidaknya dalam waktu 6 bulan.
"Saya belum tahu keadaannya, akan saya dengar langsung dari Bapak Gubernur (NTT). Sementara ini saya janji ke pak gubernur, saya bangunkan 200 rumah. Kita sudah siap dengan kontraktornya bisa langsung digunakan," ujarnya.
Bantuan perumahan ditargetkan memiliki luas 20-26 meter persegi dengan kapasitas dua kamar. Tahir memperkirakan bantuan perumahan tersebut akan memakan anggaran sekitar Rp 30 miliar.
"Kita cek harga bangunan kira-kira Rp 6 juta per meter karena daerah sini lebih mahal dari Jakarta. Jadi kita harapkan 200 rumah kira-kira bisa Rp 30 miliar," jelas Tahir.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan penerima bantuan perumahan akan dipilih berdasarkan rumah yang mengalami kerusakan parah akibat gempa Flores.
"Yang dipilih yang rumahnya rusak parah dan harus dibangun untuk menggantikan rumah yang tidak bisa ditempati. Lokasinya nanti kita lihat ditempat yang memang memungkinkan untuk dibangun. Kalau tidak memungkinkan untuk dibangun, tentu bukan di situ," ucap Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur memaparkan bahwa momentum kemanusiaan ini memiliki relevansi yang kuat dengan visi besar pembangunan daerah, yakni Dasa Cita ke-10: “Kolaborasi Bersama, Ayo Bangun NTT”.
Program ini menempatkan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor sebagai fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Pembangunan dan pemulihan daerah tidak akan pernah bisa tercapai secara optimal jika hanya mengandalkan kapasitas fiskal pemerintah semata. Di sinilah esensi Dasa Cita ke-10 diwujudkan secara paripurna melalui pelibatan aktif para mitra pembangunan, tokoh masyarakat, dan filantropis visioner seperti Dato Sri Prof. Dr. Tahir, MBA,” tambahnya.
