Gubernur Melki Lepas 1.600 Peserta Tour de EnTeTe 2026 Rute TTU–TTS

Gubernur Melki Lepas 1.600 Peserta Tour de EnTeTe 2026 Rute TTU–TTS

Kamis



TTU – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Falent Kebo, melepas sekitar 1.600 peserta Tour de EnTeTe 2026 Etape II, Kamis (5/11/2026).


Kegiatan dalam rangka menyambut HUT ke-68 Provinsi NTT itu diawali dengan jalan sehat sejauh 15 kilometer, dari Kantor Desa Oeprigi, TTU, menuju Kantor Camat Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Peserta terdiri atas pelajar SMA/SMK, masyarakat umum, personel TNI, dan ASN.


Selain olahraga, kegiatan ini juga diisi dengan pentas seni serta pameran produk lokal dan UMKM sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Dalam sambutannya, Bupati TTU Falent Kebo mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTT dan panitia penyelenggara. Menurutnya, Tour de EnTeTe tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga mempererat persaudaraan serta membangun kolaborasi antardaerah.


Ia menegaskan, wilayah perbatasan harus menjadi ruang perjumpaan dan kerja sama, bukan sekadar garis pemisah administratif. Masyarakat di sepanjang jalur kegiatan juga harus memperoleh perhatian dan pelayanan pembangunan yang setara.


Falent Kebo dalam paparannya mengatakan pertemuan dua kabupaten (TTU dan TTS) sebagai bagian dari sejarah berkat Gubernur NTT berkaitan dengan pelaksanaan Tour de EnTeTe 2026. 


Falent menegaskan jalur perbatasan yang selama ini jarang tersentuh kini menjadi pusat perhatian dan panggung kolaborasi antar-daerah.


"Kali ini sengaja memilih rute yang menghubungkan wilayah perbatasan kedua kabupaten tersebut. Secara spesifik, Rute kedua dimulai dari Kantor Desa Oeprigi di Kabupaten TTU dan berakhir di Kantor Camat Polen di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)," kata Falen.


Sementara itu, Gubernur Melki Laka Lena menyiapkan hadiah perjalanan religi bagi lima peserta terbaik dari seluruh rangkaian Tour de EnTeTe 2026.


Hadiah tersebut disesuaikan dengan agama dan kepercayaan masing-masing peserta. Peserta Katolik berkesempatan berziarah ke Roma atau Israel, peserta Kristen ke Israel, peserta Muslim melaksanakan ibadah umrah ke Arab Saudi, sedangkan peserta Hindu berkesempatan melakukan perjalanan religi ke India.


Melki mengatakan, gagasan hadiah tersebut merupakan usulan Bupati TTU yang dinilainya positif dan layak direalisasikan.


Ia pun mengajak seluruh peserta mengikuti setiap etape dengan semangat, menjaga sikap positif, serta menunjukkan perilaku terbaik selama kegiatan berlangsung.