BELU – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meninjau langsung rumah tidak layak huni (RTLH) milik Theresia Lina Fin di Desa Leuntolu, Kabupaten Belu, Rabu (4/11/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Tour de EnTeTe 2026 Etape 1 Malaka–Belu.
Melihat kondisi rumah berdinding tripleks dengan atap bocor, Gubernur Melki langsung meminta Kepala Dinas PUPR NTT, Benyamin Nahak, segera memproses administrasi bantuan dan melakukan bedah rumah bagi Theresia.
"Mama, semua administrasi melalui Pak Beny (Kadis PUPR NTT). Rumah ini segera dibedah agar menjadi rumah yang layak huni," tegas Melki.
Ia menjelaskan, program bedah rumah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi NTT melalui anggaran daerah.
Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-68 Provinsi NTT pada 20 Desember 2026.
"Ini arahan Pak Presiden Prabowo. Kami di pemerintah provinsi menggunakan anggaran daerah untuk melaksanakan program ini," ujarnya.
Theresia, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Meski selama ini menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), ia belum pernah mendapatkan bantuan bedah rumah.
"Mama senang," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Leuntolu, Patris Luan, menyampaikan apresiasi atas bantuan bedah rumah yang diberikan kepada tiga kepala keluarga (KK) di wilayahnya melalui kegiatan Tour de EnTeTe 2026.
"Kami sangat senang. Melalui Tour de EnTeTe dan HUT ke-68 NTT, tiga KK di desa kami terpilih menerima bantuan bedah rumah," katanya.
Patris berharap, jumlah penerima bantuan dapat ditambah karena masih sekitar 20 KK di desanya yang menempati rumah tidak layak huni.
"Kami berharap ke depan lebih banyak warga yang mendapat bantuan bedah rumah," tutupnya.
