KUPANG - Angka tersebut termuat dalam item Ekuitas (hak pendapatan) perolehan laba/rugi bersih tahun berjalan hingga 31 Agustus 2026.
Perlu diketahui, laba rugi bersih tahun berjalan adalah selisih akhir dari seluruh pendapatan, dikurangi dengan seluruh beban atau biaya perusahaan dalam satu periode akuntansi tertentu, setelah dipotong pajak.
Dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca) tercatat perolehan laba sebesar tersebut, mengalami kenaikkan (bertambah) Rp 9.23 miliar di bandingkan dengan perolehan catatan laba bersih Semester I (Januari-Juni 2026) yang mencapai Rp81.20 miliar.
Perolehan laba bersih BUMD milik Pemprov NTT tersebut, diperkirakan akan bertambah setelah laporan resmi Triwulan III (Juli-September 2026) dirilis Bank NTT.
Dikutip dari Laporan Publikasi Bank NTT, Senin (26/10/2026), kenaikan laba muncul di tengah pertumbuhan pendapatan bunga yang naik dari Rp828.90 miliar di akhir Juni 2026, menjadi Rp1.107 Triliun di akhir Bulan Agustus 2026.
Beban bunga tercatat meningkat lebih tinggi, yakni dari Rp342.30 miliar menjadi Rp432.8 Miliar. Sehingg pendapatan bunga bersih atau net interest income, mencapai Rp674.3 Miliar.
Perolehan laba bersih BUMD milik Pemprov NTT tersebut, diperkirakan akan bertambah setelah laporan resmi Triwulan III (Juli-September 2026) dirilis Bank NTT.
Dikutip dari Laporan Publikasi Bank NTT, Senin (26/10/2026), kenaikan laba muncul di tengah pertumbuhan pendapatan bunga yang naik dari Rp828.90 miliar di akhir Juni 2026, menjadi Rp1.107 Triliun di akhir Bulan Agustus 2026.
Beban bunga tercatat meningkat lebih tinggi, yakni dari Rp342.30 miliar menjadi Rp432.8 Miliar. Sehingg pendapatan bunga bersih atau net interest income, mencapai Rp674.3 Miliar.
Kinerja aset dalam dua bulan terakhir, bergerak positif. Total aset di Juni 2026 sebesar Rp18,85 triliun, meningkat menjadi Rp18.990 Triliun sejalan dengan pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat.
Dengan tersisa empat bulan ke depan, Bank NTT setidaknya membutuhkan tambahan dana masuk sebesar Rp48.527 miliar lebih, untuk menyamai pencapaian laba bersih Tahun Buku 2025 yang mencapai Rp139.01 Miliar.
Sebagai pemegang saham pengendali (PSP), Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terus berupaya mendorong Bank NTT untuk memperbaiki tren penurunan laba selama periode 2021-2025.
Kinerja Bank NTT dalam memperoleh laba terus mengalami penurunan yang cukup signifikan, atau terus menyusut hingga 50-55 persen. Laba bersih Tahun Buku 2021 mencapai Rp228,27 miliar. Tahun Buku 2022 sebesar Rp228,93 miliar.
Pada Tahun Buku 2023, laba bersih mengalami penurunan sangat drastis menjadi hanya Rp110,15 miliar.
Tahun Buku 2024 mengalami kenaikkan sebesar Rp176,83 miliar. Akan tetapi pada Tahun Buku 2025, terjun bebas lagi menjadi Rp139.01 Miliar.
Motor Penggerak
Meski demikian, Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa reorientasi peran Bank NTT tidak sekadar berfokus pada pembagian deviden atau perolehan laba bersih semata.
Akan tetapi menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penyedia lapangan kerja baru bagi seluruh masyarakat NTT.
Gubernur mengatakan itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2026 Bank NTT di Aula Fernandez, Lantai 4 Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Kota Kupang, Senin (26/10/2026).
Di hadapan jajaran direksi Bank NTT dan para kepala daerah (pemegang saham), Gubernur Melki menginstruksikan perluasan porsi pembiayaan kredit untuk sektor-sektor produktif di seluruh kabupaten/kota.
“Saya mendorong Bank NTT memperluas pembiayaan bagi UMKM, sektor swasta, dan pelaku usaha produktif, tidak hanya berfokus pada kredit bagi ASN,” tegas Gubernur Melki yang hadir sebagai pemegang saham pengendali (PSP) Bank NTT.
Gubernur Melki juga mengusulkan agar pengurus Bank NTT rutin bertemu dengan para kepala daerah setiap bulan untuk membahas kebutuhan dan peluang ekonomi di setiap kabupaten/kota.
Di sisi lain, tata kelola perusahaan harus semakin kuat, transparan, dan akuntabel. Sistem keamanan digital juga wajib diperketat untuk melindungi dana nasabah serta mencegah kejahatan siber dan praktik kecurangan.
Sedangkan kepada Flouri Rita Wuisan yang dilantik sebagai Komisaris Independen Bank NTT, Gubernur Melki berharap amanah sebagai Komisaris Independen dijalankan secara objektif, profesional, dan independen, dengan pengawasan yang kuat demi kepentingan bank dan masyarakat.
"Perkuat Bank NTT agar semakin terpercaya, berdaya saing, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, serta mewujudkan NTT yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Untuk diketahui, RUPS LB Bank NTT Tahun 2026, Senin (26/10/2026) pagi, dihadiri 23 kepala daerah (bupati dan wali kota) selaku pemegang sahan Bank NTT. Ada yang melalui zoom meeting, dan ada pula yang memenuhi undangan untuk hadir langsung.
NERACA KEUANGAN BANK NTT ( Hingga 31 Agustus 2026)
A S E T
- ~ Kas Rp399.2 Miliar
- ~ Penempatan pada BI Rp1.358 Triliun
- ~ Bank Lain Rp19.85 Miliar
- ~ Surat berharga Rp2.639 Triliun
- ~ Reverse repo Rp536.2 Miliar
- ~ Kredit Diberikan Rp13.852 Triliun
- ~ Aset keuangan lain Rp106.2 Miliar
- ~ Aset tidak berwujud Rp15.66 Miliar
- ~ Aset tetap inventaris Rp770.5 Miliar
- ~ Aset non produktif Rp36.16 Miliar
- ~ Aset Diambil alih Rp36.16 Miliar
- ~ Aset lainnya Rp194.6 Miliar
- Total Aset Rp18.990 Triliun
LIABILITAS (Kewajiban/Utang)
- ~ Giro Rp4.401 Triliun
- ~ Tabungan Rp3.904 Triliun
- ~ Simpanan Berjangka Rp7.107 Triliun
- ~ Liabilitas Bank Lain Rp144.0 Miliar
- ~Pinjaman Diterima Rp193.9 Miliar
- ~ Liabilitas Lainnya Rp483.3 Miliar
- Total Liabilitas Rp16.235 Triliun
EKUITAS (Hak/Modal)
- ~ Modal Disetor Rp2.214 Triliun
- ~ Tambahan Modal Rp36.818 Miliar
- ~ Penghasilan lain Rp12.363 Miliar
- ~ Laba/rugi Rp90.483 Miliar
- Total Ekuitas Rp2.755 Triliun
PENDAPATAN & BEBAN OPERASIONAL
- ~ Pendapatan Bunga Rp1.107 Triliun
- ~ Beban Bunga Rp432.8 Miliar
- ~ Pendapatan Bersih Rp674.3 Miliar
- ~ Pendapatan Beban non Operasional Rp553.5 Miliar
- ~ Laba Operasional Rp120.7 Miliar
- ~ Laba Non Operasional Rp4.780 Miliar
- ~Laba Tahun Berjalan Sebelum Pajak Rp116.0 Miliar
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN Rp90.483 Miliar
Sumber: Bank NTT (Perserowda) LABA BERSIH BANK NTT 2021-2026
- Tahun 2021 Rp228.27 Miliar
- Tahun 2022 Rp228.93 Miliar
- Tahun 2023 Rp110.15 Miliar
- Tahun 2024 Rp176.83 Miliar
- Tahun 2025 Rp139.01 Miliar Tahun 2026 Rp90.48 Miliar
