![]() |
KUPANG - Direktur Utama (Dirut) Bank NTT Charlie Paulus hadir dan menyampaikan pandangannya pada Coffee Morning with Gubernur NTT to Rapimprov Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Serentak se-Indonesia Tahun 2026 di Hotel Harper Kota Kupang, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, NTT ini unik karena berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dan Australia.
Karena itu, untuk mengingatkan perekonomian negara melalui Free Trade Zone, janga lupa diperhatikan, jangan sampai NTT hanya menjadi pasar.
"Kalau bisa kita harus yang lebih banyak menjual. Kalau kita hanya menjadi pasar, berarti neraca perdagangan kita akan defisit, padahal yang kita mau adalah neraca perdagangan kita itu kan positif," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, salah satu penggerak ekonomi NTT adalah pariwisata yang unik karena potensi pariwisata NTT tidak ada di tempat lain, seperti Komodo.
Karena itu, baginya, pilihan untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu lokomotif ekonomi NTT itu sangat luar biasa.
Untuk mendukung hal ini, kata dia, Bank NTT mendukung perkembangan industri pariwisata. Industri pariwisata ini membutuhkan banyak industri pendukung, seperti oleh-oleh, kuliner, dan sebagainya yang rata-rata bergerak di bidang UMKM.
"Kami punya program KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang sedang kami galakkan. Kita ingin sekali membantu UMKM di daerah-daerah lewat program ini," jelasnya.
Untuk itu dia meminta agar pemerintah bersama KADIN untuk membuat kajian agar NTT memiliki produk atau membuat kegiatan agar pihaknya bisa memberikan penjelasan tentang UMKM dan sebagainya. Pengusaha Wanita Dia juga mendorong agar lahir pengusaha perempuan di NTT.
"Sekarang ini, kaum wanita itu menurut saya makin hari makin berperanan di dalam kegiatan ekonomi. Apalagi industri-industri pendukung pariwisata itu yang memang banyak yang dikerjakan oleh wanita seperti kerajinan tangan, oleh-oleh dan lain sebagainya," tegas Charlie.
